RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Hidup Beriman kepada Allah
Bacaan: Ibrani 11:1-40
"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta sudah dijadikan oleh firman Allah, supaya apa yang kita menyaksikan sudah berlangsung berasal dari apa yang tidak bisa kita lihat."
Ibrani 11:3
Salah satu perihal yang diharapkan Allah di didalam kehidupan kita sebagai manusia yaitu meliki iman kepadaNya. Iman adalah dasar hidup bagi orang percaya. Ketika seseorang mempunyai Iman yang teguh kepada Tuhan, ia tentu bisa melewati segala masalah hidup yang dialami. Karena Iman seseorang tidak bisa risau untuk terus melangkah maju karena percaya bahwa Tuhan bisa tetap menyertai.
RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Apa gunanya bagi kita orang yang percaya kepada Tuhan tapi tidak mempunyai iman? Hidup orang percaya yang tidak beriman dan hidup orang percaya yang beriman sungguh nampak sangat memahami bedanya. Ketika orang percaya yang tidak beriman menghadapi suatu masalah hidup, kebanyakan dia bisa menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan di didalam kehidupannya. Ketika masalah yang tersedia terus mampir dan menjadi tidak tersedia jalur nampak kebanyakan dia bisa kecewa kepada Tuhan dan bisa meninggalkan Tuhan. Berbeda bersama dengan orang percaya yang beriman. Ketika suatu masalah hidup terus mampir menghadang layaknya tiada habisnya, dia bisa tetap berdiri teguh dan tetap percaya atas semua janji Tuhan di didalam hidupnya. Bahkan di didalam Ibrani 11:1 dikatakan demikianlah "Iman adalah dasar berasal dari segala suatu perihal yang kita berharap dan bukti berasal dari segala suatu perihal yang tidak kita lihat." Pada sementara ini apakah kita sebagai orang percaya sudah mempunyai iman percaya kepadaNya?
Hidup manusia adalah sebuah misteri dan sering kadang kehidupan ini justru layaknya potongan puzzle. Kita harus melacak potongan-potongan yang hilang itu supaya menjadi potongan puzzle yang lengkap. Kehidupan manusia tidak tersedia yang memahami terkecuali Allah sendiri. Apa yang berlangsung di didalam kehidupan kita sementara ini, Ia ijinkan tersedia supaya kuasaNya menjadi nyata di didalam kehidupan kita.
Namun, seringkali manusia menjadi risau dan gentar dikala harus diperhadapkan bersama dengan sebuah masalah. Bahkan tak sedikit diantar kita yang berpikir bahwa masalah hidup yang dialami tidak pernah berhenti. Ketika satu masalah selesai, masalah baru ulang datang. Oleh karena itu, Tuhan menghendaki supaya kita mempunyai Iman yang teguh kepadaNya supaya kita tetap kuat di didalam mengahadapi badai hidup ini.
Ketika badai hidup mampir menyerang kita tidak bisa risau dan percaya Tuhan tetap menyertai kita kapan pun dan dimana pun karena Iman yang kita miliki. Namun, apakah tersedia alasan bagi kita untuk mempunyai Iman kepadaNya? Sebenarnya mempunyai Iman kepada Tuhan tidak harus alasan karena Iman itu bisa nampak dikala kita bisa merasakan kasih Tuhan di didalam kehidupan kita.
Berikut ini merupakan hal-hal yang bisa kita peroleh dikala kita mempunyai Iman.
1. Karena Iman, segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin
Iman mengakibatkan segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin. Sebab karena Iman kita bisa terus percaya kepadaNya bahwa Ia bisa mengubahkan krhidupan kita lebih-lebih Ia bisa merampungkan masing-masing masalah yang dialami.
Sama perihal nya layaknya Sara dan Abraham yang belum dikaruniai anak di didalam jaman tuanya. Namun, karena Iman yang mereka miliki, mereka tetap percaya dan tunggu janji Tuhan tergenapi di didalam kehidupan mereka. Karena iman itulah terhadap pada akhirnya Sara punya kadar dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Bagi manusia, apa yang dialami Sara adalah tidak kemungkinan berlangsung karena Sara sudah tua dan sudah tidak bisa punya kadar lagi. Namun, apa yang bagi manusia tidak kemungkinan berlangsung bagi Allah semua itu tidak tersedia yang tidak mungkin. Jika terhadap sementara ini kita menjadi apa yang kita menghadapi atau kita menghendaki tidak kemungkinan terjadi, milikilah Iman kepadaNya karena Ia bisa menjadikan yang tidak kemungkinan menjadi mungkin.
2. Karena Iman, kita bisa memberi tambahan yang terbaik bagi Allah
Iman memampukan kita untuk memberi tambahan yang terbaik bagi Allah tanpa risau kekurangan karena percaya bahwa Allah bisa mencukupkan. Ketika kita diperhadapkan bersama dengan kata berikan apakah yang tersedia di didalam asumsi kita? Memberi sering kadang menjadi perihal yang sulit dilaksanakan terkecuali kita cuma terpaku terhadap suasana diri sendiri saja. Seringkali dikala bisa memberi tambahan suatu perihal kepada orang lain lebih-lebih kepada Allah sendiri saja kita harus berpikir lebih-lebih dahulu apakah terkecuali bersama dengan berikan apa yang dibutuhkan masih bisa tercukupi atau tidak.
Dalam cerita Kain dan Habel yang memberi tambahan persembahan untuk Tuhan, kita memahami bahwa persembahan Habel Tuhan terima tapi persrmbahan Kain Tuhan tolak supaya nampak rasa iri di didalam diri Kain. Habel bisa memberi tambahan persembahan yang terbaik bagi Tuhan karena ia mempunyai Iman percaya kepada Tuhan. Apa yang ia berikan kepada Tuhan termasuk sebagai bentuk ucapan syukur atas kebaikan Tuhan di didalam hidupnya dan di didalam hidup keluarganya.
Jika terhadap sementara ini kuta masih sulit memberi tambahan yang terbaik bagi Allah, maka milikilah Iman kepadaNya. Sebab dikala kita memberi tambahan apa yang terbaik bagi Tuhan bersama dengan penuh senang cita, Tuhan bisa melimpahkan bekatNya yang baru dan melimpah.
3. Karena Iman, kita senang di hadapan Allah
"Tetapi tanpa iman tidak kemungkinan orang senang kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah berikan upah kepada orang yang betul-betul melacak Dia." Ibrani 11:6. Iman yang kita mempunyai bisa mengakibatkan kita sangat percaya dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan supaya kita menjadi senang di hadapanNya. Berkenan di hadapan Tuhan tidak harus tetap berbuat baik dan rajin berdoa dan termasuk membaca firman-Nya, karena hidup senang di hadapan Allah harus mempunyai Iman kepadaNya.
4. Karena Iman, kita bisa melangkah melewati ketidak pastian
Ketika hidup kita menjadi tidak pasti, terkecuali kita mempunyai Iman tentu kita bisa bisa melewati ketidak pastian itu. Ketika Musa memimpin bangsa Israel di padan gurun menuju tanah yang dijanjikan Tuhan, tentu ia menjadi jalur yang dilaluinya tidak pasti. Namun, karena imannya kepada Allah Musa tetap nelangkah maju memimpin bangsa Israel. Kita pun harus demikian, Iman yang kita mempunyai bisa mengakibatkan kita terus maju dikala kehidupan yang kita jalani menjadi tidak pasti.
5. Karena Iman, kita menjadi tertentu yang hidup seturut bersama dengan keinginan Allah
Iman yang kita mempunyai termasuk bisa mengakibatkan kita hidup seturut kehendakNya. Ingatkah kita cerita mengenai Abraham yang Tuhan suruh untuk mempersembahkan Ishak anak yang dikasihinya. Apa yang Abraham lakukan? Abraham lansung menuruti apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. Bisa saja Abraham menampik keinginan Tuhan, karena Ishak merupakan anak yang sudah ia tunggu di jaman tuanya. Namun karena Iman yang dimilikinya, ia percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadanya adalah baik adanya. Kita termasuk harus mempunyai Iman yangvtaat supaya kita bisa menjadi tertentu yang hidup seturut bersama dengan keinginan Tuhan.
6. Karena Iman, kita bisa menjadi kesaksian hidup bagi orang lain
Hal lain yang bisa kita dapatkan dikala mempunyai iman yaitu kita menjadi kesaksian yang hidup kepada orang lain. Iman bisa mengakibatkan orang lain menyaksikan kehidupan kita menjadi teladannya supaya mengakibatkan orang lain percaya bisa kuasa, kasih dan penyertaan Tuhan.
Oleh karena itu. milikilah Iman yang benar di hadapanNya. Janganlah kita menyerah bisa kehidupan ini di didalam menjadi menjajakan Iman kepercayan kita untuk suatu perihal yang sesaat. Ketika Iman kita diuji, tetap berdirilah teguh karena Ia termasuk yang bisa tetap menyertai kita. Sulit memang bagi kita untuk tetap berdiri dikala masalah hidup mampir menghadang. Namun, ingatlah bahwa Tuhan tetap menyertai kita dan Ia todak pernah meninggalkan kita sendirian. Berdoalah terus dan berserahlah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Singkat Tentang Firman Tuhan


DRAMA NATAL
Tema “Kelahiran Sang Juruselamat”
Ayat: Matius 1:18-25, Matius 2:1-12
Tokoh:
Malaikat Tuhan

Maria Ibu Yesus

Yusuf Ayah Yesus

Bayi Yesus

Raja Herodes

3 orang Majus berasal dari Timur

Pemilik penginapan 1

Pemilik penginapan 2
DRAMA NATAL Kelahiran Sang Juruselamat
Prolog:
Pada suatu hari, Tuhan menyuruh Malaikat-Nya untuk menghampiri Maria. Maria adalah seorang yang saleh dan telah bertunangan bersama Yusuf. Malaikat Tuhan yang berkunjung menghampiri Maria membawa kabar gembira bahwa ia bakal mempunyai persentase dan melahirkan seorang Juruselamat. Namun sebab kedatangan Malaikat Tuhan, Maria ketakutan.
Malaikat : “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Maria : (terkejut dan senantiasa memandangi malaikat Tuhan yang datang) berbicara dalam hati “Apakah arti salam itu?”
Malaikat  “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau meraih kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau bakal mempunyai persentase dan bakal melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia bakal menjadi besar dan bakal disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah bakal mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia bakal menjadi raja atas kaum keturunan Yakub hingga selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak bakal berkesudahan.”
Maria : “Bagaimana perihal itu bisa saja terjadi, sebab aku belum bersuami?”
Malaikat : “Roh Kudus bakal turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi bakal menaungi engkau; sebab itu anak yang bakal kaulahirkan itu bakal disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mempunyai persentase seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Maria  : “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Malaikat : (pergi meninggalkan Maria)
Prolog:
Maria pun bergegas menemui Yusuf sehabis Malikat Tuhan menginformasikan kabar gembira ini kepada Maria. Namun, sehabis mendengar cerita Maria, Yusuf pun pergi muncul meninggalkan Maria dan ia berniat menceraikan Maria diam-diam sebab ia tidak ingin mencemarkan nama Maria di  muka lazim dan sesudah itu Yusuf pun tertidur.
Maria  : “Yusuf, sebetulnya aku membawa kabar baik bagimu. Malaikat Tuhan berkunjung menghampiriku dan ia berbicara bahwa aku bakal mempunyai persentase dan melahirkan seorang Juruselamat.”
Yusuf  : (terkejut) “Apa benar itu Maria?” (memegang pundak Maria)
Maria  : “Benar Yusuf. Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan. Biarlah yang berlangsung padaku seturut bersama kehendak-Nya.”
Yusuf  : (meninggalkan Maria bersama kebingungan) “Bagaimana ini? Sesungguhnya ku sangat mengasihi Maria dan tidak ingin meninggalkannya. Namun, aku terhitung tidak ingin mencemarkan namanya di depan banyak orang. Kalu begitu lebih baik aku menceraikannya diam-diam.” (tak berapa lama, Yusuf pun tertidur)
Malaikat : “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir mengambil alih Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah berasal dari Roh Kudus. Ia bakal melahirkan anak laki-laki dan engkau bakal menamakan Dia Yesus, sebab Dialah yang bakal menyelamatkan umat-Nya berasal dari dosa mereka. Hal itu berlangsung supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu bakal mempunyai persentase dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka bakal menamakan Dia Imanuel yang artinya Allah menyertai kita.”
Yusuf  : (terbangun berasal dari tidurnya) “Kiranya kehendakmu sajalah yang terjadi.”
Prolog:
Kemudian, genaplah sembilan bulan persentase Maria. Pada selagi itu Maria dan Yusuf sedang ada di Betlehem dan Maria bakal segera melahirkan. Yusuf pun mencari penginapan disana tapi seluruh penginapan kosong hingga sesudah itu Maria melahirkan di sebuah kandang domba
Yusuf  : “Permisi apakah ada kamar kosong?” (mengetuk pintu dan sedikit berteriak)
Penginapan 1 : “Pergilah! Disini telah tidak ada lagi kamar kosong.” (membuka pintu bersama kasar sesudah itu menyuruh Yusuf pergi)
Yusuf  : “Permisi apakah ada kamar kosong?” (mengetuk pintu dan sedikit berteriak)
Penginapan 2 : “Tidak ada! Jangan berteriak seperti itu di malam dingin seperti ini. Carilah penginapan lain.” (berbicara bersama nada tinggi dan tidak membukakan pintu)
Yusuf  : “Aku telah mencarinya kemana-mana, tapi tidak ada kamar kosong lagi. Bantulah aku. Isteriku bakal segera melahirkan dan kita mesti tempat.”
Penginapan 2 : (membuka pintu) “Lalu apa peduliku kalau isterimu bakal melahirkan? Pergilah! Jangan mengganggu sebab hari telah malam.”
Yusuf  : (berjalan pergi dan menyaksikan Maria yang kesakitan) “Tuhan, tolonglah kita sebab Maria bakal segera melahirkan.”
Prolong :
Yusuf dan Maria konsisten berlangsung hingga sesudah itu mereka mendapatkan sebuah kandang domba. Maria pun melahirkan Yesus disana. Malaikat Tuhan bernyanyi gembira. Tak hanya itu, berita perihal kelahiran Yesus pun merasa terdengar hingga ke orang-orang Majus berasal dari Timur.
Malaikat : “Sebab seorang Juruselamat telah lahir di Btlehem. Pergilah dan ikutilah bintang yang bercahaya bersama terang di langit itu” (menunjuk bintang sesudah itu menghilang)
Prolog:
Orang-orang Majus mengikuti bintang yang bercahaya di langit bersama terangnya. Hingga sesudah itu mereka bertama kepada Herodes perihal sang Juruselamat yang telah lahir.
Orang Majus 1 : “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah menyaksikan bintang-Nya di Timur dan kita berkunjung untuk menyembah Dia.”
Herodes : (terkejut dan merasa sangat kesal) “Sesungguhnya dimanakah kalian mendengar berita itu?
Orang Majus 2 : “Dari malaikat Tuhan yang berkunjung menemui kami.”
Herodes : “Sesungguhnya aku tidak mengetahui perihal perihal itu. Pergilah dan selidikilah secara seksama hal-hal perihal Anak itu dan sehabis kalian mendapatkan Dia, kabarkanlah kepadaku terhitung di mana Anak itu berada supaya aku terhitung berkunjung untuk menyembah Dia.”
Prolog:
Setelah mendengar perkataan Herodes, Orang-orang Majus berasal dari Timur itu pergi dan menyaksikan bintang yang tadi mereka mengikuti berhenti di atas suatu daerah di mana Anak itu berada.
Orang Majus 3 : “Lihatlah itu bintang-Nya yang telah menunjuukkan di mana Mesias itu berada. Mari kita pergi ke daerah itu.” (menunjuk bintang dan mengikuti arah bintang itu bersama sukacita)
Prolog:
Setelah sampai, mereka sangat bersuka cita dan sujud menyembah kepadaNya. Dibukalah persembahan yang mereka bawa.
3 orang Majus : “Salam”
Yusuf  : “Salam bagi kalian juga.”
Orang Majus 1: “Sesungguhnya malaikat Tuhan berkunjung menghampiri kita sesudah itu kita mengikuti bintang berasal dari Timur itu supaya kita mampu hingga disini. Kami sungguh bersuka cita atas lahirnya seorang Mesias ke dalam dunia ini.”
Orang Majus 2 : “Tak lupa kita membawa persembahan bagi Anak yang telah lahir itu.”
Orang Majus 3: “Kiranya apa yang kita bawa mampu menggembirakan hatiNya dan mampu menjadi persembahan yang mau di hadapanNya.”
Prolog:
Ketiga orang majus pun mengeluarkan persembahan yang mereka bawa. Mereka membawa emas, kemenyan dan mur. Setelah mereka mempersembahkan persembahan yang mereka bawa. Malaikat Tuhan memperingatkan mereka supaya mereka tidak berlangsung menuju daerah Herodes. Sehingga mereka berlangsung memutar.
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi.
Malaikat : “Bangunlah, ambillah Anak itu dan juga ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana hingga Aku berfirman kepadamu, sebab Herodes bakal mencari anak itu untuk membunuh Dia.”
Yusuf  : (bangun berasal dari tidurnya dan mengajak Maria untuk pergi) “Bangunlah Maria. Kita mesti pergi berasal dari daerah ini sebab Malaikat Tuhan telah berfirman kepadaku.”
Maria  : (bangun dan membawa Yesus dalam pangkuannya) “Baiklah Yusuf. Marilah kita pergi.”
Prolog:
Yusuf dan Maria pun pergi ke tanah Mesi seperti apa yang telah diperintahkan oleh Malaikat Tuhan. Mereka berada di Mesir hingga Herodes mati. Setelah itu Yusuf, Maria dan Yesus pun pergi ke daerah Galilea dan tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret bersama bahagia.

TEKS DRAMA NATAL Kelahiran Sang Juruselamat


TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Saat Teduh dan Membaca Renungan Setiap Hari
Pada pas ini, kerap kami dengar makna SaTe atau Saat Teduh. Saat Teduh merupakan pas yang kami sedia kan untuk Tuhan sehingga kami bisa paham kehendakNya melalui Firman dan renungan yang kami baca masing-masing harinya. Kita kerap jalankan pas teduh tetapi tidak membaca FirmanNya bersama alasan repot atau udah udah dan berasumsi bahwa hanya bersama berdoa itu udah cukup. Lalu, apakah benar demikian? Manusia hidup berasal dari Firman Allah. Ketika kami rajin membaca Firman dan merenungkannya dan juga mengaplikasikannya dalam hidup kami maka kami bisa hidup seturut bersama kehendakNya dan paham maksud Tuhan dalam hidup kita. Jika kami udah rajin bersaat teduh dan berdoa tetapi kami tidak membaca FirmanNya, itu sama saja tidak ada artinya bagi kami gara-gara Firman yang kami baca merupakan pedoman hidup bagi orang percaya.
5 TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Berdoa pas teduh pixabay.com
Renungan harian lebih berasal dari sekadar pas berdoa. Renungan yang kami baca pas teduh baik itu renungan pagi, renungan malam ataupun renungan harian bisa memulihkan jalinan kami bersama Allah sehingga kami terhitung bisa paham maksud Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus singgah untuk memulihkan jalinan itu dan memberikan kami semisal bagaimana hidup sebagai anak-anak-Nya melalui renungan dan Firman yang kami baca masing-masing harinya. Sewaktu Roh Kudus menimbulkan kami masing-masing untuk kembali ke keluarga Allah, kami harus sebabkan keputusan mengenai bagaimana kami bisa memprioritaskan pas kami bersama-Nya. Kita harus miliki pas khusus yang kami sedia kan bagiNya untuk paham dan paham kehendakNya melalui apa yang kami baca dan kami rasakan sewaktu pas teduh.
Jika pada pas ini kami menjadi belum bisa pas teduh bersama membaca renungan baik pagi ataupun malam, atau lebih-lebih kami menjadi tidak bisa membaca renungan masing-masing hari, kami harus ingan bahwa Firman yang kami baca merupakan pedoman dan sumber kehidupan kita. Doa sebenarnya merupakan nafas hidup orang percaya, tetapi manusia tidak bisa hidup berasal dari hanya sekedar berdoa tetapi terhitung harus membaca dan paham kehendakNya yang dambakan Ia sampaikan kepada anak-anakNya.
Setiap orang harus miliki pas renungan harian. Namun, hanya orang yang dambakan miliki jalinan yang bisa mengubahkan hidup dan kehidupan dan juga yang dambakan menggembirakan hati Tuhan yang pasti bisa sedia kan waktunya untuk membaca renungan dan firmanNya masing-masing hari. Orang tersebut bisa paham bahwa ia tidak bisa hidup sendirian sehingga ia harus sesuatu yang menguatkan dan menjadi pedoman sebagai basic hidupnya. Orang tersebut terhitung siap untuk diubahkan di dalam Kristus. Ketika kami udah terbiasa bersaat teduh lantas membaca sedikit berasal dari FirmanNya pasti waktu ia dambakan berbuat dosa, Tuhan mengingatkan dan perasaannya selama hari bisa tenang dan penuh puas cita. Ketika orang itu lupa pas teduh dan membaca Firman, ia bisa menjadi kecemasan dan tidak tenang selama hari gara-gara ada Roh Kudus yang mengingatkan.
Dalam Amsal 8:33 bersama paham dikatakan demikianlah “Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang masing-masing hari menanti pada pintuku, yang pelihara tiang pintu gerbangku.” Firman Tuhan menimbulkan kami untuk singgah kepada-Nya masing-masing hari untuk belajar bisa Dia melalui FirmanNya, untuk menerima kasih karunia-Nya sehingga hidup kami sebagai anak-anak-Nya selamanya menerima berkat-berkat yang Dia rindu curahkan ke dalam hidup kita. Renungan yang dibuat bagi kami bisa digunakan oleh kami sebagai pengingat bisa Firman Tuhan.
Ketika kami udah miliki pas untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya, kami udah menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Sebagai orang percaya, seharusnya kami memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan kita. Sejak kecil kami udah diajarkan untuk mengenal Tuhan bersama membaca Kitab Suci, tetapi jadi kami beranjak dewasa, kadang waktu prioritas kami tergantikan oleh hal-hal duniawi. Kita lebih mementingkan keperluan duniawi dibandingkan mementingkan Allah. Bukankah Allah selamanya beserta denga kita? Mengapa kami harus meninggalkan sesuatu yang pasti dan pilih sesuatu yang sesaat. Dalam Perjanjian Lama, kami bisa melihat orang tua mengajarkan anak-anaknya pengajaran Hukum Taurat. Apa yang diajarkan kepada anak-anaknya diulang masing-masing harinya. Bahkan waktu duduk bersama orang tua bisa mengajarkan anak-anaknya pengenalan bisa Tuhan.
Bagaimana bersama kami pada pas ini?
Apakah kami sudi menerima pengajaranNya masing-masing hari baik pagi maupun malam?
Sama halnya seperti doa yang merupakan nafas kehidupan orang percaya, renungan dan Firman Tuhan merupakan pedoman dan basic kehidupan kami sehingga kami paham mana yang baik dan tidak dan juga mana yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dilakukan. Renungan harian yang kami baca masing-masing hari bisa memengaruhi hidup kita; dan sebabkan kami bertumbuh, bertobat, berserah, dan mencintai dan juga mengenal Yesus lebih dalam lagi. Hal yang harus dipahami pada pas ini yaitu masing-masing kami membaca renungan harian dan Firman Tuhan tidak artinya kami miliki semua jawaban dan juga bisa jalankan apa pun yang kami inginkan. Membaca renungan masing-masing hari sebabkan kami yakin dan bisa berdiri teguh di tengah persoalan. Membuat kami selamanya setia untuk menanti janji Tuhan tergenapi dalam kehidupan kami sehingga kelak kami bisa raih jawaban dan kemenangan atas masing-masing persoalan hidup. Dalam Yeremia 29:11-13 dikatakan demikianlah “Sebab Aku ini paham rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rencana damai sejahtera dan bukan rencana kecelakaan, untuk beri tambahan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan bila anda berseru dan singgah untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku bisa mendengarkan kamu; bila anda melacak Aku, anda bisa mendapatkan Aku; bila anda bertanya Aku bersama segenap hati.”
Saat teduh adalah mengenai positif yang bisa membangun jalinan bersama Tuhan, bersama ada pas teduh kami bisa jadi diperbaharui untuk siap menghadapi persoalan atau pergumulan yang kami hadapi. Apakah saudara dulu mendengar kata-kata bahwa pas teduh paling baik dikerjakan pada pukul 00.00 atau pada pukul 04.00 gara-gara pada pas itu situasi tenang dan hening sehingga kami bisa mendengarkan nada Tuhan. Padahal kenyataannya, kapan pun kami bersaat teduh haruslah hati dan analisis kami tenang. Sebab dalam situasi tenang, kami bisa mendengar nada Tuhan. Kapanpun itu, kami harus beri tambahan pas kami kepada Tuhan.
Banyak sekali langkah pas teduh yang bisa kami jalankan menjadi berasal dari menyanyikan lagu pujian dan penyembahan, membaca Alkitab, membaca renungan, evaluasi diri sendiri dan tetap banyak mengenai yang bisa kami jalankan untuk membangun pas teduh bersama Tuhan. Jika pada pas ini terlihat pertanyaan seperti ini, kami masing-masing hari udah kerap berdoa lebih-lebih pergi ke gereja, lantas apakah harus bagi kami untuk bersaat teduh dan membaca renungan dan juga Firman Tuhan?
Tentu itu harus bagi kami dan sebenarnya harus kami lakukan.
Manfaat pas teduh dan membaca renungan masing-masing hari bagi kami yaitu:
1. Membangun jalinan khusus bersama Allah
Komunikasi bersama Tuhan sangatlah penting, gara-gara di mana kami menjalan hari-hari kami beserta dan seturut jalanNya. Jangan hingga kami kehilangan arah lebih-lebih tidak dulu terkait bersama Tuhan. Ketika kami tidak membangun jalinan denganNya, kami bisa menjadi tertekan dan kehilangan puas cita waktu harus diperhadapkan oleh sebuah masasalh. Hubungan khusus yang dibangun bersama Tuhan sebabkan kami paham bahwa kami memerlukan Tuhan dalam masing-masing kehidupan kita. Tuhan tidak mengajari kami untuk tinggal dalam zona nyaman saja sehingga Ia memaksa kami terlihat berasal dari zona nyaman itu bersama caraNya sendiri, sehingga kami harus melalui proses yang bisa membangun kami secara iman.
2. Mampu mengucap syukur dalam segala hal
Mengucap syukur sangatlah harus untuk kami jalankan gara-gara Tuhan selamanya beri tambahan kasih dan berkatNya kepada kami masing-masing hari. Meskipun kami miliki masalah, kami bisa selamanya bisa mengucap syukur kepadaNya gara-gara banyak mengenai dalam hidup ini yang patut kami syukuri.
3. Dimampukan untuk menghadapi persoalan bersama kapabilitas Tuhan
Ketika diperhadapkan dalam suatu masalah, seringkali manusia lenih mengandalkan kapabilitas dirinya sendiri dibandingkan bersama kapabilitas Tuhan. Bahkan manusia bisa cenderung lebih mengandalkan manusia lain dibandingkan mengandalkan Tuhan. Ketika Tuhan belum menjawab masing-masing doa dan keinginan kita, kami menjadi khawatir dan khawatir bisa kehidupan yang kami alami. Padahal di dalam Firman Tuhan udah dikatakan demikianlah “Janganlah hendaknya anda khawatir mengenai apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala mengenai keinginanmu kepada Allah dalam doa dan keinginan bersama ucapan syukur.” Filipi 4 : 6. Kekuatiran yang kami alami tidak bisa menyelimuti hati kami terkecuali kami sebabkan jalinan yang dekat denganNya. Kita bisa mempercayakan hidup dan kehidupan kami sehingga waktu persoalan datang, kami bisa menghadapinya bersama kekuatan. Matius 7:7 “Mintalah, maka bisa diberikan kepadamu; carilah, maka anda bisa mendapat; ketoklah, maka pintu bisa dibukakan bagimu.”
4. Akan diperbaharui masing-masing harinya
Ketika kami merenungkan FirmanNya dalam kehidupan kita, kami bisa berkelanjutan diperbaharui masing-masing harinya. Ia bisa memperbaharui diri kami menjadi lebih baik berasal dari pada sebelumnya. Ia terhitung bisa beri tambahan kami hal-hal baru yang tidak terduga dalam kehidupan kita.
Ketika kami udah paham fungsi berasal dari bersaat teduh dan membaca renungan kami terhitung harus paham bagaimana caranya kami bisa bersaat teduh dam membaca renungan bersama baik.
Berikut ini tips jalankan pas teduh dan membaca renungan masing-masing harinya.
1. Menentukan tempat untuk bersaat teduh dan membaca renungan
Matius 6:6 “Tetapi terkecuali engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi bisa membalasnya kepadamu.”
Ketika kami hendak bersaat teduh dan merenungkan FirmanNya mengenai yang harus kami jalankan yaitu melacak tempat yang pas dan jangan di tempat yang banyak orang.
Lebih baik kami berdoa di dalam kamar sehingga kami menjadi lebih fokus dalam membentuk jalinan denganNya.
2. Mengatur waktu
Mengatur pas terlampau harus untuk kami jalankan gara-gara seringkali aktivitas maupun tugas mengganggu pas kami untuk bersaat teduh. Sebenarnya tidak ada batasan bagi kami seberapa lama kami jalankan pas teduh. Namun sebaiknya kami sedia kan pas kami untukNya walau hanya sebentar. Jika saudara menjadi repot pada pagi hari, pas teduhlah sebelum akan saudara tidur atau pada pas subuh sebelum akan saudara jalankan aktivitas. Oleh gara-gara itu, kami harus belajar untuk mengatur waktu. Dari 24 jam yang Tuhan beri tambahan untuk kita, maa tidak ada pas untuk singgah kepadaNya? Padahal masing-masing hari kami miliki pas untuk bermain gadget aau pergi bersama bersama teman.
Sebelum mengawali pas teduh saja, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa kepada Bapa-Nya di sorga padahal Ia terlampau repot jalankan aktivitasnya. Tuhan Yesus mengawali doa pada pas subuh dan mengakhiri doa pada pas malam hari. Kita pun bisa kenakan pas subuh dan malam hari untuk anda mengawali pas teduh dan mengakhirinya.
3. Memulai pas teduh dan membaca renungan bersama menyanyikan lagu pujian dan penyembahan
Menyanyikan lagu pujian dan penyembahan sebenarnya besar kuasanya. Lagu pujian dan penyembahan kerap kali sebabkan situasi pas teduh jadi menjadi dan perasaan kami bisa terlampau fokus. Lagu pujian dan penyembahan kami naikkan kepadaNya sebagai bukti hormat dan ucapan syukur kepadaNya.
4. Membuat kami jadi bertumbuh di dalam Tuhan
Hal yang bisa kami jalankan pas bersaat teduh adalah bersama membaca Firman Tuhan. Karena Firman Tuhan yang disampaikan seringkali sebabkan kami harus paham apa maksud yang dambakan disampaikan di dalamnya. Jika kami kesusahan untuk paham Firman Tuhan gara-gara bahasanya yang kesusahan kami pahami dan memerlukan pemahaman yang memadai dalam, kami bisa kenakan renungan harian sebagai buku pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kami baca cocok bersama konteks yang disampaikan renungan harian bagi kita. Renungan yang kami baca tidak hanya sebabkan kami lebih paham dan paham maksud Firman Tuhan, tetapi renungan harian bisa sebabkan kami jadi bertumbuh.
Setelah kami membaca Firman Tuhan dan renungan, mengenai yang bisa kami jalankan adalah mengevaluasi diri kami sendiri apakah apa yang udah disampaikan dalam renungan yang dibaca udah kami terapkan dalam kehidupan kita. Atau kemungkinan renungan dan Firman Tuhan yang dibaca berisi jawaban atas masing-masing pergumulan yang tengah kami doakan.
Setelah jalankan evaluasi diri, kami harus menutup doa kami bersama doa syafaat. Kita bisa mengutarakan masing-masing isikan hati kami kepadaNya. Selain itu kami harus terhitung mengucap syukur padaNya.
5. Disiplin dan Komitmen
Jika kami dambakan mebaca renungan dan FirmanNya masing-masing hari baik itu renungan pagi maupun renungan malam, mengenai yang kami perlukan yaitu sikap telaten dan prinsip yang ada dalam diri kita. Ketika kami miliki prinsip dan membiasakan diri kami untuk mendisiplinkan diri, kami tidak bisa lupa lebih-lebih malas untuk membaca renunganNya. Oleh gara-gara itu, marilah kami menjadi mendisiplinkan diri. Kita bisa mengawali ketekunan bersaat teduh dan membaca renunganNya selama 15 menit masing-masing hari. Jika udah terbiasa, kami umumnya bisa bisa melakukannya lebih berasal dari 15 menit. Buanglah rasa “yang ada dalm diri kami gara-gara itu merupakan cobaan yang harus kami menghadapi terkecuali kami dambakan singgah bersekutu kepadaNya.
Sama halnya seperti doa, Firman Tuhan merupakan pedoman dan basic kehidupan bagi orang percaya. Oleh gara-gara itu, kami harus membiasakan diri kami untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya. Kita bisa kenakan buku renungan sebagai referensi pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kami baca cocok bersama konteks yang disampaikan renungan harian masing-masing harinya. Oleh gara-gara itu, kami harus miliki prinsip dan sudi mendisiplinkan diri kami sehingga kami sudi membangun jalinan yang lebih dekat denganNya gara-gara kami hidup berasal dari FirmanNya. Tuhan Yesus memberkati.

Tips Renungan Pagi, Malam, dan Harian Kristen


Daftar Isi :
Renungan Malam 1 : Belajar berasal dari Samuel

Renungan Malam 2: Untuk Apa Menyimpan Dendam dalam Hatimu?

Renungan Malam 3 : Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?
Renungan Malam 1
Belajar berasal dari Samuel
Bacaan: 1 Samuel 3:1-21
”Dan Samuel jadi lama besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun berasal dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel berasal dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel sudah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.”
1 Samuel 3:1-21
Samuel merupakan anak berasal dari Hana dan Elkana. Hana merupakan seorang perempuan yang waktu taat kepada Tuhan. Ketika usianya jadi lama lanjut Hana belum dikaruniai seorang anak pun. Hati Hana jadi sedih dan sakit lebih-lebih setaip pergi ke daerah tinggal TUHAN, Penina istri Elkana yang lain menyakiti Hana. Setiap hari, baik pagi maupun malam, Hana berdoa kepada Tuhan agar ia dapat memiliki seorang anak, lebih-lebih Hana bernazar kepada Tuhan, kecuali Tuhan mengaruniakannya seorang anak laki-laki, ia dapat mempersembahkan anak itu jadi hamba Tuhan seumur hidupnya. Tuhan pun mendengar doa Hana dan Hana dapat memiliki kandungan dan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamainya Samuel yang bermakna “Aku sudah memintanya berasal dari pada TUHAN.”
Setelah Hana menyapih Samuel, dia menitipkan anaknya itu kepada imam Eli agar iman Eli dapat mendidik Samuel jadi seorang hamba dan pelayan yang setia kepada Tuhan. Iman Eli memili dua orang anak yang bernama Hofni dan Pinehas. Namun, ke dua anak imam Eli memiliki sikap yang jelek agar mereka tidak rela di hadapan Tuhan. Mereka tidak mengindahkan tiap tiap korban bakaran yang dibawa untuk Tuhan agar jadi lama besarlah dosa mereka. Berbeda dengan Samuel. Di bawah asuhan imam Eli, Samuel tumbuh jadi seorang pelayan Tuhan. Pada waktu itu, firman berkenaan Tuhan jarang disaksikan dan didengarkan dan juga penglihatan-penglihatan jarang terjadi. Imam Eli pun jadi lama tua dan penglihatannya jadi kabur. Saat Samuel tidur di dalam bait Suci Tuhan, Tuhan memanggil Samuel. Namun, gara-gara Samuel belum paham bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan ia jadi datang ke imam Eli sampai Tuhan memanggil Samuel sebanyak tiga kali. Karena terus menerus didatangi oleh Samuel, imam Eli jadi paham bahwa Samuel sudah dipanggil oleh Tuhan agar ia menyuruh Samuel menjawab “Berbicaralah, TUHAN, gara-gara hamba-Mu ini mendengar,” (1 Samuel 3:9). Lalu, Tuhan datang kembali menghampiri dan memanggil Samuel dan Samuel menjawab seperti apa yang sudah imam Eli katakan. Tuhan terhitung berfirman kepada Samuel bahwa Tuhan dapat menghukum Israel dan keluarga imam Eli gara-gara dosa yang sudah dilakukan oleh anak-anaknya dan ia tidak memaharahi mereka (1 Samuel 3:11-14).
Ketika pagi hari Samuel bangun, Samuel enggan untuk memberitahukan apa yang Tuhan katakan kepada imam Eli. Namun gara-gara perkataan imam Eli kepadanya, pada akhirnya Samuel memberitahukan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya dan tidak menyembunyikan apa pun kepada imam Eli. Setelah bicara demikian, imam Eli tidak memarahi Samuel justru ia menyembah Tuhan dapat apa yang dikatakan Samuel kepadanya. Karena itu juga, Samuel jadi lama besar dan Tuhan menyertai Samuel dan menemati janji-Nya (1 Samuel 3:19).
Dari cerita berkenaan hidup Samuel, kami dapat memandang bahwa Samuel adalah seorang anak muda yang taat kepada perintah Tuhan. Ia senantiasa rela studi dan taat dengan apa yang imam Eli katakan. Disini, imam Eli dapat kitalihat peranannya sebagai bapak angkat berasal dari Samuel. Meskipun bukan orang tua kandungnya sendiri, Samuel senantiasa mengasihi dan taat dengan apa yang dikatakan oleh imam Eli. Kita terhitung dapat memandang bahwa Samuel dapat memasang dirinya dan dapat paham apa yang jadi prioritas hidupnya. Sebagai anak muda, kami tentu paham bahwa berkenaan yang paling di idamkan adalah kesenangan duniawi sama seperti yang Hofni dan Pinehas lakukan. Namun gara-gara permohonan duniawi mereka inilah, mereka hidup dengan tidak rela di hadapan Allah dan lebih-lebih jadi percakapan banyak orang gara-gara sikap jelek yang mereka tunjukkan. Ini menyatakan bahwa baik tua maupun muda wajib memiliki prioritas dalam hidupnya. Manusia mana sih yang tidak rela hidup dalam kesenangan? Namun, seluruh itu ada batasannya tersendiri. Tujuan hidup kami adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita boleh saja melacak kesenangan dunia ini, namun jangan sampai kami jadi melakukan berkenaan yang tidak rela di hadapan-Nya dan justru jadi merugikan orang lain gara-gara sikap kami yang tidak baik. Tuhan memandang tiap tiap apa yang kami lakukan. Bahkan Tuhan pun paham pikiran kita. Ia sudah paham lebih-lebih dahulu isikan hati kami dan apa yang dapat kami perbuat selanjutnya. Ia idamkan agar kami hidup jadi anak yang taat dan khawatir pada-Nya dengan tidak senantiasa mendahulukan permohonan duniawi ini. Pada waktu ini kami dapat studi sikap yang dimiliki oleh Samuel.
Sikap-sikap yang dapat kami pelajari yaitu:
1. Menghormati orang tua
Sikap Samuel pertama yang dapat kami pelajari adalah menghormati orang tua atau menghormati orang yang umurnya jauh lebih tua dibandingkan kami meskipun kami belum mengenalnya. Seperti yang kami ketahui, imam Eli merupakan bapak angkat berasal dari Samuel, namun Samuel senantiasa menghormati imam Eli sebagaimana mestinya. Ini terbukti waktu Tuhan memanggil Samuel, namun Samuel mengira yang memanggilnya adalah imam Eli, Samuel dengan cepat menghampiri imam Eli yang sedang terbaring lebih-lebih Samuel sampai berlari. Samuel pun dengan sigap menanyakan “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Ini tidak terjadi sekali namun sampai tiga kali. Meskipun imam Eli menjelaskan bahwa ia tidak memanggil Samuel, namun waktu namanya dipanggil Samuel segera berlari menghampirinya. Ini menyatakan bahwa Samuel menghormati imam Eli.Apakah kami pada waktu ini sudah melakukan tindakan seperti apa yang sudah Samuel lakukan. Mungkin tidak seluruh dianta kami jarang untuk menghormati orang tua. Ketika orang tua kami memanggil, apakah kami segera datang menghampiri panggilan itu? Yang ada kadang waktu kami marah dan kesal lebih-lebih dahulu. Mari pada waktu ini kami belajardari Samuel. Ia menghormati dan taat kepada orang tuanya meskipun itu bukanlah orang tua kandungnya. Bahkan dalam Keluaran 20:12 dikatakan demikianlah “Hormatilah ayahmu dan ibumu, agar lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
2. Menentukan prioritas
Hal setelah itu yang dapat kami pelajari berasal dari Samuel yaitu, Samuel dapat mengetahu prioritas mana yang lebih penting dalam hidupnya. Sebagai manusia kadang waktu kami lupa apa sebenarnya prioritas utama dalam hidup kita. Sebagai seorang pelajar kadang waktu kami lupa bahwa prioritas kami adalah studi agar jadi pakai waktu yang dimiliki untuk bermain. Sebagai seorang pekerja, kadang waktu kami lupa priorita kami dalam pekerjaan agar tidak bekerja secara maksimal. Dalam hidup, berkenaan yang wajib kami memiliki yakni sebuah prioritas. Prioritas sangat penting dalam kehidupan kami gara-gara tanpa ada prioritas manusia dapat hidupseenaknya. Hal ini terhitung sama seperti Hofni dan Pinehas yang tidak paham apa prioritas utama dalam hidup mereka. Karena inilah mereka hidup seenaknya dan jadi berbuat dosa agar hidupnya tidak kembali rela di hadapan Tuhan. Oleh gara-gara itu, marilah jadi saat ini kami paham apa sebenarnya prioritas utama dalam hidup kami agar kami dapat mengatur kehidupan yang kami miliki.
3. melakukan tanggung jawab yang dimiliki dengan sepenuh hati
Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab dalam hidupnya. Tanggung jawab yang dimiliki tiap tiap orang berbeda-beda bergantung berasal dari apa yang ia kerjakan. Namun, tidak seluruh orang dapat selesaikan tanggung jawab yang dimilikinya sampai selesai dengan baik. Pada waktu ini kami dapat studi berasal dari Samuel yang mengerjakan tanggung jawab yang ia memiliki dengan sepenuh hati. Samuel merupakan pelayan Tuhan yang disebutkan bahwa Samuel tidur di dalam bait suci Tuhan atau di dalam daerah tinggal Tuhan. Dalam ayat 15 disebutkan bahwa Samuel tidur sampai pagi dan sesudah itu dibukakannya pintu daerah tinggal Tuhan. Pada malam itu kami paham bahwa Samuel tidak dapat tidur gara-gara ia terus menerus dipanggil oleh Tuhan, dapat saja Samuel bangun sampai siang gara-gara ia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Namun, Samuel tidak melakukan itu. Ia paham apa yang sudah jadi tanggung jawabnya dan apa yang wajib dilakukannya. Ia senantiasa bangun pagi dan membkakan pintu daerah tinggal Tuhan. Apakah kami dapat seperti itu? Ketika kami memiliki sebuah tanggung jawab, maka kerjakanlah tanggung jawab itu dengan sepenuh hati. Janganlah justru gara-gara alasan capek atau senantiasa mengantuk kami jadi meninggalkan tanggung jawab yang dimiliki.
4. Berbicara apa adanya
Hal yang paling kerap ditakuti oleh seseorang adalah bicara apa ada kepada orang lain lebih-lebih kecuali perkataan selanjutnya dianggap dapat menyakiti hati orang yang bersangkutan. Seseorang terhitung dapat khawatir bicara apa ada berkenaan dirinya gara-gara khawatir orang lain menanggap dirinya rendah atau dapat meremehkannya. Namun, pernahkan kami berpikir dapat efek yang dapat ditimbulkan ke depannya pada seseorang kecuali kami tidak rela bicara apa ada atau bicara jujur? Misalnya waktu orang selanjutnya melakukan kekeliruan dan kami tidak rela bicara berkenaan kesalahannya tersebut. Orang itu tentu dapat terus menerus ulangi kekeliruan yang sama jadi dapat lebih parah berasal dari sebelumnya. Oleh gara-gara itu, janganlah kami khawatir bicara apa adanya. Selagi itu sebenarnya benar dan dapat melakukan perbaikan dan juga menyapa seseorang, lakukanlah itu.
Pada hari ini kami diajarkan untuk lebih benar-benar mengerjakan tugas yang kami miliki. Kita wajib paham sebenarnya apa prioritas utama dalam hidup kita. Kita tidak boleh senantiasa mengejar kesenangan duniawi gara-gara itu adalah tindakan yang tidak dikehendaki oleh Allah. Selain itu kami diajar untuk mengimbuhkan suatu hal apa adanya. Jika sebenarnya pesan atau perkataan yang kami sampaikan dapat menyaiti hati atau merupakaan perkataan yang tidak menyenangkan, kami senantiasa wajib mengimbuhkan pesan itu gara-gara itu merupakan suatu kebenaran yang wajib disampaikan apa ada agar tidak boleh kami tambahi atau lebih-lebih kurangi. Janganlah justru kami khawatir untuk mengimbuhkan kebenaran. Selain itu, kami terhitung wajib hidup dan dengar-dengarnya dapat panggilanNya. Untuk paham arti panggilanNya dalam hidup kita, kami wajib membangun sebuah interaksi yang dekat dengannya. Salah satu langkah untuk dapat membangun interaksi yang dekat dengan Tuhan yakni dengan berdoa dan membaca firman. Kiranya hidup kami terbekati oleh renungan ini. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam
Renungan Malam
Renungan Malam 2
Untuk Apa Menyimpan Dendam dalam Hatimu?
Bacaan: Kejadian 45:1-15
”Lalu dipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan menagis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf. Yusuf mencium seluruh saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.”
Kejadian 45:14-15
Pernahkah saudara jadi disakiti oleh seseorang lebih-lebih oleh orang yang anda kasihi atau lebih-lebih oleh keluarga anda sendiri? Jika pernah, sudahkan malam ini saudara mengampuni mereka yang sudah menyakiti saudara? Jika belum, apa alasan anda untuk tidak mengampuni orang yang sudah menyakiti saudara? Jika jawaban saudara adalah gara-gara orang selanjutnya sudah melakukan kekeliruan yang sama secara berulang dan senantiasa mengecewakan anada waktu anda sudah memaafkannya agar pada waktu ini anda tidak dapat memaafkannya, bukankah anda justru jadi orang yang waktu perhitungan pada waktu ini? Memang manusia memiliki batas kesabaran tiap-tiap namun bukankah dalam firman Tuhan sudah dikatakan bagi kami untuk senantiasa memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Dalam Matius 18:21-22 dikatakan demikianlah “Kemudian datanglah Petrus dan bicara kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku wajib mengampuni saudaraku kecuali ia berbuat dosa pada aku? Sampai tujuh kali? Yesus bicara kepadanya: “Bukan! Aku bicara kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Dalam Injil Matius ini sudah paham dikatakan bagi kami bahwa kami wajib senantiasa mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Dalam praktiknya, memaafkan adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Memaafkan orang yang sangat dekat dengan kami justru lebih sulit lagi. Ketika orang paling dekat kami menyakiti kita, interaksi kami dengannya justru jadi rusak dan tidak sedekat dulu. Mungkin saja sudah saling memaafkan, namun waktu berdekatan jadi canggung untuk menyapa dan dekat lagi. Perlu kami sadari, manusia merupakan makhluk yang kerap kali berbuat dosa dan kesalahan. Tanpa kami mengerti dapat saja sikap tingkah laku atau perkataan kami menyinggung orang lain dan orang lain membenci kita. Bukankah ini merupakan berkenaan yang semestinya kami mengerti juga? Bukan hanya orang lain, dapat saja saja sikap dan tingkah laku kami terhitung menyinggung perasaan Tuhan. Namun, apakah waktu kami melakukan kekeliruan Tuhan marah pada kami dan Ia meninggalkan kami begitu saja? Tidak. Tuhan tidak marah kepada kita, justru Ia menunggu kami untuk datang kepadaNya dan memohon ampun atas segala kekeliruan yang sudah kami perbuat. Ia adalah Allah yang panjang sabar dan Allah yang senantiasa mengampuni dosa umat-Nya waktu kami datang dengan benar-benar ke hadapannya.
Pada waktu ini kami dapat studi berasal dari kisah Yusuf. Kita tentu sudah kerap mendengar kisah berkenaan Yusuf, jadi berasal dari Sekolah Minggu sampai waktu Ibadah Minggu di Gereja. Namun, pada waktu ini kami dapat studi kembali berkenaan kisah Yusuf. Yusuf merupakan anak berasal dari Yakub dan isteri yang dikasihinya Rahel. Yakub sangatlah menyayangi Yusuf agar seluruh saudara-saudaranya membenci Yusuf. Kebencian saudara-saudaranya jadi malah waktu Yusuf menceritakan mimpinya. Ketika saudara-saudara Yusuf menggembalakan kambing domba, Yakub menyuruh Yusuf untuk mengantarkan makanan kepada saudara-saudaranya. Namun, keinginan baik Yusuf dibalas dengan kejahatan oleh saudara-saudara Yusuf. Mereka bermufakat untuk melacak langkah bagaimana membunuh Yusuf. Ketika Yusuf datang, mereka segera menanggalkan jubah Yusuf dan membuangnya ke dalam sumur kosong yang tidak berair. Yusuf sesudah itu dijual oleh saudara-saudaranya agar Yusuf bekerja kepada Potifar sebagai kepala pengawal raja. Penderitaan Yusuf tidak sampai disana saja. Ketika Yusuf bekerja kepada Potifar, isterinya menjebak Yusuf agar Yusuf wajib di penjara. Di dalam penjara Yusuf bertemu dengan juru minuman dan juru roti. Karena hikmat Tuhan, Yusuf pun dapat menafsirkan mimpi ke dua orang itu dengan balasan Yusuf terhitung dapat dibebaskan berasal dari dalam penjara. Setelah juru minum bebas, ia justru remehkan Yusuf. Tak berapa lama, Firaun bermimpi dan tidak ada seorang pun yang dapat menafsirkan mimpi Firaun kecuali Yusuf. Karena hikmat yang sudah Tuhan berikan kepada Yusuf, ia dapat menafsirkan mimpi Firaun dan pada akhirnya Firaun melantik Yusuf jadi penguasa atas seluruh Mesir. Ketika terjadi kelaparan di seluruh negeri, saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk belanja gandum kepada Yusuf. Saudara-saudaranya tidak paham bahwa Yusuf sudah jadi penguasa. Di Mesir dan pada waktu ini mereka sedang bicara kepada Yusuf. Saat bertemu dengan saudara-saudaranya kembali apa yang dilakukan oleh Yusuf? Apakah Yusuf membenci dan menghukum saudara-saudaranya? Tentu tidak. Yusuf justru mengampuni saudara-saudaranya lebih-lebih Yusuf menangis dengan keras waktu memandang saudara-saudaranya. Ini sudah menyatakan bahwa Yusuf senantiasa mengasihi saudara-saudaranya meskipun mereka sudah menyakiti Yusuf.
Kita pada waktu ini studi mengampuni berasal dari Yusuf. Ketiaka saudara-saudaranya menyakiti dia, membencinya, membuangnya lebih-lebih menjualnya, Yusuf sama sekali tidak membenci saudar-saudaranya. Ia senantiasa mengasihi saudara-saudaranya dan terus menerus merindukan mereka. Apa yang dialami Yusuf sangat berat lebih-lebih jauh lebih berat daripada yang kami alami waktu ini. Namun apakah langkah dapat seperti Yusuf yang rela mengampuni saudara-saudara yang sudah menyakitinya? Kita kerap kali terpaku pada perasaan kami saja. Kita kerap lupa dapat apa yang semestinya kami perbuat waktu ada orang yang menyakiti kita. Ketika ada seseorang yang menyakiti kita, kami justru menyimpan dendam terhadapnya dan tidak rela mengampuni kesalahannya. Meskipun kami bicara sudah memaafkan, namun kami tidak rela dekat dengan orang itu lagi.
Adapun hal-hal yang dapat kami pelajari berasal dari Yusuf yaitu;
1. Mengasihi orang yang membencinya
Hal yang paling sulit dilakukan adalah mengasihi orang yang sedang membenci kita. Jika ada orang yang membenci kami justru kami jadi ikut-ikutan membencinya. Pada waktu ini kami diajari oleh Yusuf bahwa kami wajib senantiasa mengasihi sesama kami meskipun orang itu membenci kita. Dari awal Yusuf sudah tentu paham kecuali saudara-saudaranya membenci dirinya. Ia pasi paham kecuali sikap saudara-saudaranya tidak baik terhadapnya. Namun, itu tidak membawa efek Yusuf membenci saudara-saudaranya, lebih-lebih Yusuf senantiasa mengasihi mereka dengan sepenuh hati. Apakah kami dapat seperti Yusuf? Jika belum bisa, yang wajib kami melakukan adalah datang kepadaNya dan berdoa dan juga memohon penyertaanNya dalam hidup kita.
2. Memaafkan orang yang bersalah
Yang sangat sulit dilakukan adalah memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Jika sudah disakiti hati kami tentu seakan tertutup untuk orang tersebut. Ketika orang selanjutnya mengalami kesusahan, kami tidak dapat membantunya gara-gara rasa pikirkan kami sudah hilang. Saat berpapasan dengannya seolah-olah kami memandang suatu hal yang wajib kami menyingkirkan berasal dari hadapan kita. Bukankah kecuali kami seperti itu sikap kami menyatakan bahwa kami bukanlah anak-anak Allah. Apa yang kami alami waktu ini tidaklah seperti Yusuf di mana ia sampai dijual oleh saudara-saudaranya. Namun apakah kami dapat seperti Yusuf yang senantiasa mengampuni saudara-saudaranya? Renungkanlah dalam diri dan hati saudara masing-masing. Sudahkan kami membukakan pintu maaf kepada orang-orang yang menyakiti hati anda?
3. Berdoa dan berharap penyertaan Tuhan selalu
Berdoa dan berharap penyertaan Tuhan adalah langkah yang dapat anda melakukan agar anda dapat mengampuni orang yang sudah menyakiti hati anda. Ketika kami menyerahkan seluruh hidup dan kehidupan ke dalam penyertaan Tuhan, Tuhan tentu dapat melembutkan hati kami dan memakai hidup kami seturut dengan kehendaknya. Mengampuni tidaklah sulit untuk dilakukan kecuali kami rela berharap penyertaan berasal dari Tuhan. Tidak ada hati yang sangat kuat untuk Tuhan lembutkan. Tidak ada hidup yang sangat sulit untuk Ia ubahkan. Semua itu kembali kembali kepada diri kami tiap-tiap apakah kami rela diubahkan olehNya atau tidak.
Mengampuni bukan hanya hanya mengucapkan aku memaafkan segala kekeliruan yang sudah anda melakukan kepadaku. Mengampuni bermakna rela remehkan kekeliruan itu dan rela memulai suatu interaksi yang baru berasal dari awal. Jika pada waktu ini kami belum bia memaafkan seseorang, berkenaan yang wajib kami melakukan adalah berdoa dan berharap hikmatNya. Kita wajib berdoa kepada Tuhan agar Tuhan rela melembutkan hati kami dan hati orang yang menyakiti kita. Tuhan melembutkan hati kami agar kami dimampukan untuk memaafkan kesalahn orang yang menyakiti kita. Kita berdoa kepada Tuhan untuk melembutkan hati orang yang menyakiti kami agar ia paham kekeliruan apa yang sudah ia perbuat agar ia tidak dapat ulangi kesalahannya kembali dan rela beralih dan juga berharap maaf kepada orang-orang yang disakitinya. Meminta hikmat Tuhan bermakna kami minta tuntunan Tuhan agar tidak ada amarah dalam diri kami agar kami dapat mengintropeksi diri. Berkata demikianlah sebenarnya enteng namun berkenaan yang paling sulit adalah melakukannya. Jika pada waktu ini anda senantiasa jadi sulit untuk mengampuni, ingatlah bahwa Tuha sudah mengampuni kekeliruan dan dosa saudara berapa kali pun keslahan yang anda lakukan. Ia senantiasa mengasihi dan menyayangi saudara lebih-lebih Ia tidak dulu meninggalkan saudara sendirian. Mengampuni bukanlah persoalan waktu melainkan persoalan hati. Apakah hati kami sudah siap untuk mengampuni atau belum. Tuhan Yesus memberkati.Renungan Malam 3
Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?
Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12
”Inilah yang celaka dalam segala suatu hal yang terjadi di bawah matahari; nasib seluruh orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan sesudah itu mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang terhitung orang hidup membawa harapan, gara-gara anjing yang hidup lebih baik berasal dari pada singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup paham bahwa mereka dapat mati, namun orang yang mati tak paham apa-apa, tak ada upah kembali bagi mereka, lebih-lebih kenangan kepada mereka sudah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5
Apa yang paling anda dalam hidup anda waktu ini?
Kekayaan? Kepintaran? Kepopularitasan?
Keluarga yang bahagia? Atau dapat saja jabatan yang tinggi?
 Karena tidak benar satu atau kesemuanya itu yang anda miliki, pernahkan anda jadi bangga sesudah itu menyombongkan diri terhahap yang lain? Atau dapat saja waktu ada orang di bawah anda, idamkan berkenalan dengan anda, anda menolaknya dan bicara “kita tidak sama”. Ukuran persamaan Allah dengan manusia sangatlah jauh berbeda. Persamaan menurut manusia adalah waktu seseorang memiliki kekayaan, kepintaran atau jabatan yang sama. Karena itulah, manusia kerap kali memandang nasib orang berbeda-beda. Karena apa yang dimilikinya pada waktu ini ia berpikiran bahwa nasib baik yang sudah Tuhan berikan. Ketika memandang orang lain memiliki suatu hal di bawahnya kami justru menjelaskan nasib orang itu buruk.
Pada waktu ini, manusia menakar segala suatu hal yang terjadi pada dirinya atau apa yang ia memiliki sudah diatur oleh nasib. Bahkan tak sedikit orang memandang peruntungan nasib berdasarkan Shio atau Zodiak. Jika dalam ramalan menjelaskan nasibnya dapat jelek pada hari ini, orang selanjutnya justru enggan untuk nampak daerah tinggal dan bekerja. Bahkan senantiasa jadi khawatir kecuali ada suatu hal yang tidak di idamkan terjadi. Lain halnya kecuali dalam ramalan dikatakan bahwa orang selanjutnya dapat mengalami nasib yang baik pada hari ini jadi berasal dari persoalan kesehatan, keuangan, pekerjaan lebih-lebih asmara seutuhnya dikatakan baik. Orang selanjutnya dapat stimulus dalam merintis harinya gara-gara percaya nasib baik dapat terjadi padanya hari ini. Karena ramalan-ramalan yang belum tentu benar ini membawa efek seseorang jadi lebih percaya kepada apa yang dibacanya dalam ramalan dibandingkan percaya dan berserah kepada Tuha.
Namun, apakah benar seluruh yang terjadi dalam kehidupan kami bergantung berasal dari nasib yang kami alami?
Saya dulu mendengar keluhan berkenaan seorang ibu yang memiliki suami penggangguran dan ia yang wajib membanting tulang demi menghidupi anak-anaknya. Ia terus menerus mengeluh dan membandingkan kehidupannya dengan saya. Ada suara kecewa lebih-lebih marah dalam suaranya. Diakhir percakapan lebih-lebih ibu itu menangis tersedu-sedu sampai anak yang digendongnya turut menangis. Namun, ada satu berkenaan yang tidak dapat aku lupakan berasal dari perkataan ibu tersebut. Ibu selanjutnya bekata seperti ini “Kenapa nasib aku jelek seperti ini. Hidup aku berasal dari dulu sampai saat ini kok kesulitan terus. Kasihan aku tiap pulang kerja wajib memandang anak-anak aku yang menunggu aku untuk dibuatkan makanan. Saya kerja banting tulang demi anak-anak berharap nasib anak aku tidak seperti orang tuanya.”  Setelah mendengar perkataan ibu tersebut, aku terus menerus berpikir apakah benar Tuhan menciptakan seseorang dengan nasib yang berbeda-beda. Kegalauan aku tidak berhenti sampai disana. Beberapa kali aku memandang lebih-lebih mendengar seseorang bicara “ingin merubah nasib”. Sebenarnya aku jadi perkataan Ibu selanjutnya atau orang-orang berkenaan idamkan merubah nasibnya adalah tidak benar yang benar adalah idamkan merubah kehidupan. Setelah aku membaca Pengkhotbah aku paham bahwa nasib tiap tiap orang yang Tuhan ciptakan adalah sama gara-gara pada pada akhirnya kelak dapat kembali kembali kepada sang Pencipta.
Nasib hidup seseorang adalah kematian.
Memang sulit bagi kami untuk merubah paradigma yang sudah mengakar dalam penduduk kecuali kesimpulan orang selanjutnya terhitung tidak turut diubah. Berbicara berkenaan nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada suatu hal yang baru yang dapat kami temui kecuali kami bicara berkenaan nasib. Pada waktu ini kami tentu dapat memandang banyak orang  yang bangga dapat apa yang ia memiliki pada waktu ini lebih-lebih orang selanjutnya jadi bangga dapat nasib yang dimilikinya hinga bicara kepada banyak orang. Orang yang mendengarnya lebih-lebih ada yang jadi nasibnya jelek agar jadi malas untuk bekerja gara-gara jadi hidupnya sama saja. Padahal berkenaan yang wajib kami melakukan pada waktu ini adalah menikmati hidup yang sudah Tuhan berikan bagi kami dan bekerja sebaik mungkin. Dalam Pengkhotbah 9:9-10 dikatakan demikianlah “Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, gara-gara itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau melakukan dengan jerih payah di bawah matahari. Segala suatu hal yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, gara-gara tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau dapat pergi.”
Nasib seluruh orang itu sama tidak ada yang tidak serupa gara-gara seluruh manusia dapat mati dan kembali kepada Bapa di Surga.
Dari pada terus menerus bicara berkenaan nasib yang tak ada habisnya, lebih baik kami pahami dan paham lebih-lebih dahulu apa sebenarnya kehidupan yang kami jalani itu.
1. Nasib seluruh orang sama
Seperti yang dikatakan sebelumnya, manusia pada waktu ini terus menerus bicara berkenaan nasib hidup yang menimpanya. Nasib hidup seluruh orang itu sama. Yang membuatnya nampak tidak serupa adalah manusia. Manusia memakai kandungan nasib baik dan nasib jelek untuk menilai kehidupan seseorang. Padahal Tuhan sudah memberi tambahan nasib yang baik bagi seluruh orang waktu seseorang jadi nasibnya sangat jelek di dunia ini, bermakna orang selanjutnya tidak rela berusaha dan bekerja untuk membawa efek kehidupannya lebih baik. Seseorang seringkali terpaku pada ramalan ansib harian. Tidak sedikit orang jadi men-tuhankan ramalan gara-gara lebih mempercayai ramalan dibandingkan dengan mempercayai Tuhan. Jika terus menerus berlanjut, kepercayaannya dapat ada Tuhan dapat jadi lama berkurang dan membawa efek seseorang jadi lupa kenapa Tuhan ada dalm hidupnya. Sekali lagi, nasib akhir hidup kami adalah kematian. Jadi, janganlah kembali kami membanding-bandingkan nasib aku dengan dia atau lebih-lebih nasih dia dengan saya. Sebab kecuali kami terus menerus membanding-bandingkannya bagaimana kami paham bahwa hidup kami ini adalah anugerah?
2. Menikmati hidup
Ketika kami diberikan peluang hidup oleh Tuhan, janganlah kami jadi pakai hidup kami untuk membanding-bandingkan hidup kami dengan orang lain. “Wah sedap banget hidupnya gak kaya aku, nasib jelek aja terus menerus yang aku dapetin.” Jika terus menerus berpikiran seperti itu bagaimana kami dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang sudah Tuhan berikan bagi kita. Yang Tuhan idamkan adalah kami mensyukuri segala berkenaan yang terjadi dalam hidup kami dengan tidak menyia-nyiakan peluang yang Ia berikan. Ia terhitung idamkan agar tiap tiap apa yang kami kerjakan, kami melakukan dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga jangan setengah-setengah. Ketika seseorang dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang dimilikinya, orang selanjutnya tentu dapat paham bahwa hidup yang sudah diberikan Tuhan adalah indah ada meskipun pada waktu ini ia ada dalam suasana sulit sekalipun.
3. Kematian
Kematian merupakan fase akhir dalam kehidupan seorang manusia. Kematian yang tentu dapat terjadi merupakan nasib berasal dari tiap tiap orang yang ada di bumi ini. Ketika seseorang sudah mati, ia tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Rasa sakit, amarah, kesenangan dan kenangan sudah dilupakannya. Ia tidak dapat merasakan kehangatan waktu dengan dengan orang yang dikasihi. Ia terhitung tidak dapat bekerja seperti waktu semasa hidupnya. Kita tidak dapat dulu paham sampai kapan waktu yang diberikan Tuhan untuk dirinya. Kematian itu seperti pencuri yang waktunya tidak dapat kami tentukan. Hanya Tuhanlah yang dapat menentukannya. Ketika seseorang dapat mengalami kematian, ia wajib mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia perbuat semasa hidupnya kepada Tuhan baik itu merupakan tingkah laku baik ataupun tingkah laku jahat.
Apapun yang terjadi dalam kehidupan kami waktu ini, ingatlah bahwa bukan nasib yang menentukannya melaikan Tuhan yang menentukan dan mengaturnya. Jangan menyalahkan nasib lebih-lebih berusaha untuk merubahnya gara-gara nasih yang kami memiliki tidak dapat kami ganti gara-gara bagaimana caranya agar kami dapat merubah kematian? Serahkanlah seluruh hidup dan kehidupan anda kepada Allah agar anda lebih dapat mensyukuri kehidupan yang sudah Tuhan berikan. Jangan berhenti berharap dan berdoa kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

3 Renungan Malam Hari Kristen yang Memotivasi Hidup


RENUNGAN HARIAN KRISTEN
Aku Menyertai Hidupmu disepanjang Tahun
Bacaan: Keluaran 33:1-23
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, berjalanlah berasal dari sini, engkau dan bangsa itu yang udah kaupimpin terlihat berasal dari tanah Mesir, ke negeri yang udah Kujanjikan bersama dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah dapat Kuberikan negeri itu — Aku dapat mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan dapat menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus -- yaitu ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak dapat berjalan di tengah-tengahmu, dikarenakan engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan."
Keluaran 33:1-3
Setelah lewat tahun 2018, pasti banyak tentang udah berjalan di dalam kehidupan saudara. Tawa, tangis, canda tawa, senang cita mendapatkan sesuatu, duka cita dikarenakan kehilangan sesuatu, dan tetap banyak tentang yang pastinya udah saudara rasakan di tahun 2018. Di tahun 2019, apa yang saudara harapkan? Apakah justru saudara miliki sebuah resolusi tersendiri yang mengidamkan dicapai? Harapan yang di inginkan ataupun resolusi yang kami buat di tahun ini, haruslah sanggup memotivasi di kami untuk semakin maju dan berkembang.
Setiap orang pasti miliki kesusahannya tersendiri dan langkah penyelesaiannya tergantung kepada diri kami masing-masing. Di tahun yang lalu, pasti kami semua mengalami suatu tentang yang sanggup dikatakan sebagai "masalah" di dalam hidup kita.
Namun, apakah kami merasakan penyertaan Tuhan disaat kami harua melewato kasus tersebur?
Masalah yang Tuhan ijinkan berjalan di dalam hidup kami seharusnya membawa efek kami memahami bahwa kuasaNya tetap menyertai kami di mana pun kami berada. Jika di tahun di awalannya kami tidak merasakan penyertaan Tuhan dan mempertanyakan kenapa Tuhan menambahkan kasus tersebut, seharusnya kami memahami bahwa manusia yang hidup tidak ada yang tidak miliki masalah. Masalah hanya Tuhan menambahkan kepada kami yang hidup dikarenakan Ia mengidamkan kami merasakan kuasaNya nyata di dalam kehidupan kita.
RENUNGAN HARIAN KRISTEN 2019
RENUNGAN HARIAN KRISTEN 2019 pixabay.com
Sama tentang nya seperti Musa dan terhitung bangsa Israel yang mempertanyakan penyertaan Tuhan. Mereka wajib berjalan lewat padang gurun empat puluh tahun lamanya supaya hingga ke tanah terjanji yaitu tanah Kanaan. Empat puluh tahun bukanlah kala yang sebentar. Ditambah ulang mereka wajib tetap berjalan. Pasti ada rasa risau di dalam diri mereka. Apakah selama perjalanan mereka sanggup makan dan minum. Kekhawatiran mereka tetap semakin tambah disaat mereka dikejar oleh bangsa Mesir. Mereka ketakutan. Karena kecemasan dan kecemasan inilah membawa efek mereka tidak merasakan kasih Tuhan padahal Tuhan tetap menyertai hidup dan kehidupan mereka.
Ketika mereka haus, Tuhan menambahkan minum. Ketika mereka makan Tuhan menambahkan makan. Ketika bangsa Mesir mengejar mereka, Tuhan menyertai mereka hingga akhirnya mereka selamat. Namun, penyertaan Tuhan ini justru dipertanyakan oleh bangsa Israel. Mereka apalagi hingga menyembah allah lain. Pastinya Tuhan amat kecewa bersama dengan bangsa Israel apalagi Tuhan hingga menyebut bangsa Israel adalah bangsa tegar tengkuk yang artinya ada masalah untuk diperingatkan. Namun, walau begitu, Tuhan tetap mengasihi bangsa Israel dan tidak dulu meninggalkannya.
Begitupun bersama dengan kami anak-anakNya. Tuhan saja mengasihi dan menyertai mereka bagaimana bersama dengan kita?
Disepanjang tahun 2018, Tuhan tetap menyertai dan mengasihi kita. Ia tidak dulu meninggalkan kami sedetik pun. Di tahun 2019 ini pun Tuhan pasti dapat menyertai kami di mana pun dan kapan pun itu. Namun, kami sanggup memahami penyertaan Tihan kecuali kami udah hidup di dalamnya. Terkadang rasa kecemasan pasti terlihat apalagi di tahun yang baru ini. Kita pasti dapat mempertanyakan penyertaan dan kasih Tuhan. Perasaan ini terhitung dulu dirasakan oleh Musa disaat membimbing bangsa Israel. Kita sanggup memandang obrolan Musa dan Tuhan di mana Musa merasa amat khawatir.
Dalam Keluaran 33:12-13 kami sanggup memandang kecemasan Musa hingga ia berkata seperti ini kepada Tuhan "Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang dapat Kauutus bersama bersama dengan aku. Namun demikianlah Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan terhitung engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. Maka sekarang, kecuali aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, supaya aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu." Dari apa yang udah kami baca, kami sanggup memahami bahwa Musa merasa risau dan mempertanyakan penyertaan Tuhan.
Pertanyaan aku kepada kami semua kala ini, apakah wajar kecuali kami mempertanyakan penyertaan Tuhan di dalam hidup kita?
Sesungguhnya kami tidak wajib risau dapat hidup kami dan tidak wajib meragukan penyertaan Tuhan. Karena sebetulnya Tuhan tetap menyertai ank yang dikasihiNya. Jika kami menanyakan dan Tuhan menjawab "Sesungguhnya Aku menyertai engkau." Apa yang dapat kami jawab kepadaNya? Ketika Tuhan berkata demikian, Musa tetap curiga ia tambah berkata "Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat berasal dari sini. Dari manakah gerangan dapat diketahui, bahwa aku udah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yaitu aku bersama dengan umat-Mu ini? Bukankah dikarenakan Engkau berjalan bersama bersama dengan kami, supaya kami, aku bersama dengan umat-Mu ini, dibedakan berasal dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?" Keluaran 33:15-16. Ingatlah, Tuhan tidak dulu meninggalkan kami apalagi di tahun 2019 ini. Jangan hingga kecurigaan yang ada di dalam diri kami justru membawa efek kami jauh dariNya. Lalu bagaimana kami merasakan penyertaan Tuhan?
Berikut 4 tentang yang sanggup direnungkan.
1. Memiliki kala khusus bersama dengan Tuhan
Salah satu tentang yang sanggup membawa efek kami memahami penyertaan Tuhan yaitu bersama dengan miliki kala khusus bersama dengan Tuhan. Waktu khusus yang kami bangun bersama dengan Tuhan tiap-tiap harinya sanggup membawa efek kami memahami betapa besar penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita. Oleh dikarenakan itu, marilah kami membangun jalinan denganNya tiap-tiap hari. Waktu yang kami bangun bersamaNya dapat menguatkan kami disaat hadapi suatu permasalahan. Kita terhitung tidak dapat menanyakan kasih dan penyertaanNya kecuali kami ada di di dalam kehidupan yang tidak pasti. Hal yang sanggup kami lakukan disaat tengah bersamaNya yaitu berdoa dan merenungkan FirmanNya.
2. Menyadari dan mengingat penyertaan Tuhan di tahun sebelumnya
Sempat disinggung di awalannya bahwa di tahun 2018 kami udah mengalami banyak tentang di dalam kehidupan ini. Baik senang maupun sedih seutuhnya udah kami lalui dan udah mewarnai kehidupan kita. Ketika kami sanggup hingga di tahun 2019 ini, itu semua bukan dikarenakan kuat dan hebat kami tapi semua dikarenakan kasih dan penyertaanNya. Mari kami ingat betapa besar penyertaanNya di tahun sebelumnya. Kita sanggup lewat tiap-tiap permasalah yang ada apalagi tetap tetap berdiri hingga kala ini. Jika kala ini kami tetap diberi nafas kehidupan, tetap sanggup berdiri dan tetap sanggup bersama dengan orang yang kami kasihi bukankah itu merupakan wujud penyertaan Tuhan? Meskipun sederhana, semua itu sungguh amat artinya bagi kami semua. Jika pada kala ini saudara tetap mengeluh dan tetap mempertanyakan apakah Tuhan menyertai hidup saudara atau tidak, ingatlah bahwa kamu tetap diberikan kesehatan merupakan tidak benar satu wujud penyertaan Tuhan.
Keluaran 33:19-22 "Tetapi firman-Nya: "Aku dapat melewatkan segenap kegemilangan-Ku berasal dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku dapat berikan kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."
Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, dikarenakan tidak ada orang yang memandang Aku sanggup hidup." Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu area dekat-Ku, di mana engkau sanggup berdiri di atas gunung batu; bila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku dapat memasang engkau di dalam lekuk gunung itu dan Aku dapat menudungi engkau bersama dengan tangan-Ku, hingga Aku berjalan lewat." Ya, Tuhan dapat menambahkan yang paling baik bagi kami dan penyertaanNya tetap ada untuk kita. Oleh dikarenakan itu, janganlah kami meragukan kasih dan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita. Apa yang tak dulu diamati mata, yang tak dulu didengar telinga, yang tak dulu timbul di di dalam hati sama sekali Tuhan dapat menyediakannya kecuali kami mengasihiNya dan menyerahkan semua hidup dan kehidupan kami kepadaNya.
3. Mensyukuri hidup
Salah satu langkah bagi kami untuk merasakan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kami yaitu bersama dengan mensyukuri kehidupan yang udah Tuhan berikan. Ketika seseorang sanggup mensyukuri hidupnya, maka ia dapat sanggup menikmati hidup ini dan dapat merasakan kasih Tuhan di dalam tiap-tiap perjalanan hidupnya. Jika seseorang tetap bersungut-sungut tentang hidup yang dijalaninya seperti bangsa Israel, bagaimana dia sanggup memahami kasih dan penyertaan Tuhan. Orang yang bersungut-sungut hanya dapat memandang hidupnya berasal dari satu sudut pandang saja. Dalam artian disaat orang tersebut mengalami suatu persoalan, orang tersebut hanya dapat fokus pada kasus yang dihadapinya saja tanpa sanggup memandang kasih Tuhan di dalam hidupnya. Oleh dikarenakan itu, marilah kami jadi khusus yang lebih mensyukuri kehidupan yang udah Tuhan menambahkan supaya kami sanggup merasakan betapa besar kasih dan penyertaanNya.
4. Menyerahkan kehidupan kami kepada Tuhan
Ketika kami menyerahkan kehidupan kami kepadaNya, Ia dapat bekerja penuh di dalam kehidupan kita. Kita dapat merasakan besarNya kuasa Tuhan di dalam kehidupan kita. Ketika kami udah menyerahkan kehidupan kami kepadaNya, biarlah Ia yang membentuk kami seturut bersama dengan kehendakNya. Menyerahkan diri kepada Tuhan janganlah setengah-setengah. Ketika kami berserah kepadaNya hanya setengah-setengah, kami dapat lemah disaat diperhadapkan oleh suatu kasus apalagi sanggup menjauhkan dariNya. Serahkanlah semua hidup dan kehidupan mu seutuhnya kepadaNya. Biarlah ia bekerja di dalam hidup kita.
Di tahun 2019 ini, marilah kami menyerahkan hidup dan kehidupan kepadaNya. Marilah kami meminta penyertaanNya. Jika di tahun 2018 kami merasa Tuhan tidak menyertai kita, ubahlah anggapan itu dan marilah kami rasakan penyertaanNya di tahun ini. Ia adalah Allah yang tetap menyertai dan mengasihi anak-anakNya. Sama seperti penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel yang ada di padang gurun selama empat puluh tahun, Ia terhitung dapat menyertai kami di selama tahun kehidupan kita. Oleh dikarenakan itu, marilah kami serahkan semua hidup dan kehidupan kami kepadaNya. Saksikanlah penyertaan Tuhan di tahun ini. Yosua 1:9 "Bukankah udah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, dikarenakan TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN HARIAN KRISTEN Terbaru Menyentuh Hati


Doa minta jodoh- Kumpulan doa untuk Meminta Pasangan Hidup berasal dari Tuhan
Pada waktunya setiap orang pasti merindukan bakal Kedatangan seorang pasangan hidup yang Tuhan memberikan baginya. Semakin bertambahnya usia, seseorang bakal paham arti Kedatangan seorang pasangan yang bakal menemani sisa hidupnya kelak. Pada pas ini pasangan hidup kadang sementara menjadi hal yang tetap dikhawatirkan dan ditakutkan lebih-lebih terkecuali seseorang udah memasuki fase “matang” baik secara emosional maupun seksual namun belum meraih jodohnya.
Pertanyaan lebih-lebih sindiran orang lain kadang sementara keliru disimpulkan oleh orang tersebut supaya orang tersebut mengusahakan untuk secepatnya meraih jodoh. Bahkan tidak heran terkecuali kami lihat banyak orang yang melacak jodoh di website jodoh online. Pasangan hidup memang kami perlukan, namun ketika kami memintanya kepada Tuhan, pasti Tuhan bakal memberikannya. Berikut ini merupakan kumpulan doa untuk berharap pasangan hidup berasal dari Tuhan.
Doa minta jodoh
Kiranya kumpulan doa di bawah ini dapat menjadi kebolehan bagi seluruh yang sedang melacak pasangan hidup.
1. Doa Minta jodoh serius
Bapa yang bertahta di di dalam Kerajaan Sorga, terima kasih atas berkat dan rahmatMu yang tak henti-hentinya Kau curahkan kepada hamba supaya pada hari ini hamba masih di dalam suasana sehat. Terima kasih atas setiap berkat yang Kau limpahkan di dalam kehidupan hamba supaya hamba masih dapat tetap merasakan kasih penyertaanMu di di dalam hidup hamba. Ya Bapa yang baik, pada kesempatan malam hari yang indah ini, hamba datang ke hadiratMu dan merendahkan diri di hadapanMu memohon kasih penyertaanMu di di dalam kehidupan hamba. Ya Bapa, kiranya Engkau memberikan pasangan hidup kepada hambaMu ini. Seorang pasangan hidup yang khawatir bakal Engkau dan mengasihi Engkau. Seorang pasangan hidup yang berasal dari padaMu. Seorang pasangan hidup yang senang menemani hamba dan bertumbuh dengan dengan di dalamMu. Seorang pasangan hidup yang dapat sharing bahagia maupun duka. Ya Bapa, hamba paham Engkau bakal memberikan yang terbaik bagi anakMu ini. Hamba hanya menyerahkan doa ini kepadaMu. Kiranya Engkau sempurnakan doa ini supaya dapat layak di hadapanMu, terima kasih ya Bapa. Amin.
2. Doa minta jodoh dengan dengan si dia
Bapa yang kami sembah di dalam anakMu yang Kudus Tuhan kami Yesus Kristus, pada pas ini anakMu datang ke hadiratMu untuk memohon kasih dan penyertaanMu di dalam kehidupan hamba. Ya Bapa, banyak hal berlangsung yang Kau ijinkan di dalam kehidupan anakMu, merasa berasal dari pagi sampai pada malam hari ini hamba dapat datang ke hadiratMu untuk memuji dan memuliakan namaMu dan terhitung untuk memohon kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa, pada malam hari ini hamba dapat datang ke hadiratMu bukan karena kuat dan hebat hamba namun itu seluruh atas kasih dan penyeryaanMu yang tetap Kau limpahkan bagi anakMu. Ya Bapa, pada kesempatan yang indah ini, hamba datang ke hadiratMu dengan dengan segala kerendahan dan kerelaan hati memohon kasihMu. Ya Bapa, hamba paham Engkau udah buat persiapan seorang pasangan hidup bagi anakMu ini. Kiranya Engkau dapat mempertemukan hamba dengan dengan pasangan hidup yang udah Engkau sedia kan bagi anakMu. Seorang pasangan hidup yang mengasihi Engkau lebih berasal dari apapun. Seorang pasangan hidup yang senang terima kekurangan hamba. Seorang pasangan hidup yang senang melengkapi kehidupan hamba. Hamba paham ya Bapa, Engkau adalah Allah yang bakal memberikan yang terbaik bagi anak-anakMu, oleh karena itu hamba menyerahkan seutuhnya ke di dalam tanganMu. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.
3. Doa minta jodoh yang diinginkan
Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih dan penyertaanMu yang tak henti-hentinya Kau curahkan disetiap langkah kehidupan anakMu. Mulai berasal dari pagi sampai pada malam hari ini Engkau tetap menyertai setiap detik di dalam kehidupan hamba. Ya Bapa, hamba masih ada di sini bukan karena kuat dan hebat hamba namun itu seluruh atas kasih dan penyertaan yang tetap Kau limpahkan. Tuhan Yesus yang baik, pada malam hari ini hamba datang ulang ke hadapanMu untuk memohon kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa, hamba rindu bakal Kedatangan seorang pendamping hidup. Di di dalam FirmanMu lebih-lebih Engaku berkata terkecuali tidak baik bagi seorang manusia untuk hidup seorang diri. Oleh karena itu ya Bapa, hamba memohon kasih dan penyertaanMu. Kiranya Engkau memberikan anakMu ini seorang pasangan hidup. Seorang pasangan hidup yang khawatir bakal Engkau dan yang Engkau memberikan bagi anakMu ini. Seorang pasangan hidup yang dapat saling menguatkan, sharing bahagia maupun duka dan terhitung senang terima segala kekurangan hamba dan dapat menjadi kebolehan di setiap kelemahan hamba. Hamba yakin dan percaya, Engkau bakal memberikan yang terbaik bagi anakMu ini. Inilah doa yang hamba naikkan kepadaMu dengan dengan segala kerendahan dan kerelaan hati hamba berdoa dan mengucap syukur. Amin.
4 . Doa minta jodoh sesuai isi hati
Tuhan Yesus yang kami kasihi yang kami sembah di dalam nama AnakMu yang kudus, tak henti-hentinya hamba mengucap syukur ke hadiratMu atas segala kasih dan penyertaan yang tetap Kau memberikan bagi anakMu ini. Terima kasih atas kesehatan dan terhitung berkat yang tetap kau limpahkan di dalam setiap hidup dan kehidupan hamba sepanjang hari. Hamba paham ya Bapa, segala yang hamba miliki itu seluruh merupakan kasih dan berkat yang Kau limpahkan bagi anakMu ini dan seutuhnya adalah milikMu. Ya Bapa, hamba paham bahwa udah saatnya bagi hamba untuk miliki seorang pasangan hidup. Kiranya Bapa, Engkau memberikan anakMu ini seorang pasangan hidup yang dapat melengkapi kehidupan hamba dan yang mengasihi Engkau sepenuh hati. Seorang pasangan hidup yang dapat menjadi tempat untuk sharing cerita dan sharing bahagia maupun duka. Seorang pasangan hidup yang dapat membimbing hamba menjadi lwbih baik lagi. Ya Bapa, hamba yakin Engkau bakal memberikannya kepada hamba. Oleh karena itu ya Bapa, kiranya kasihMu bakal Engkau nyatakan ke di dalam hidup hamba. Terima kasih Ya Bapa. Amin.
5. Doa minta jodoh dengan dengan si dia dan segera menikah dengan dengan pujaan anda
Bapa kami yang penuh kasih terima kasih atas berkat dan penyertaanMu yang tetap Kau limpahkan bagi anakMu. Terima kasih karena Engkau tetap memberikan apa yang anakMu butuhkan menurut waktuMu. Ya Bapa, dengan dengan penuh kerendahan hati hamba datang ke hadiratMu untuk memohon kasihMu di di dalam kehidupan hamba. Ya Bapa hamba paham bahwa hamba tidak dapat hidup tanpa kasih dan penyertaanMu. Oleh karena itu, hamba datang ke hadiratMu pada pas ini untuk memohon kasihMu. Ya Bapa, hamba paham bahwa udah saatnya hamba miliki pasangan hidup. Hamba ingin miliki seorang pasangan hidup yang udah Engkau sedikan bagi hamba. Hamba paham ya Bapa hamba tidak dapat sendiri di sini supaya hamba memerlukan seorang pasangan yang dapat menemani kehidupan hamba. Seorang pasangan yang dapat terima hamba apa adanya. Seorang pasangan berasal dari padaMu yang tetap menemani setiap langkah kehidupan hamba supaya kelak hamba dengannya dapat membangun sebuah keluarga atas cinta kasihMu. Ya Bapa, kuranya Engkau memberikan pasangan hidup kepada anakMu ini. Hamba paham ya Bapa apa yang tak pernah hamba bayangkan pada mulanya bakal Engkau memberikan bagi hamba. Terima kasih ya Bapa. Amin.
6. Doa supaya didekatkan jodoh yang diinginkan
Tuhan Yesus, terima kasih atas segala penyertaan dan kasih dan terhitung berkat yang Kau limpahkan bagi anakMu. Ya Bapa pada kesempatan malam hari yang indah ini, hamba datang ke hadapanMu dengan dengan segala kerendahan dan kerelaan hati hamba berharap kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa hamba paham bahwa apa yang tak pernah dilihat mata, yang tak pernah didengar telinga dan yang tak pernah timbul di di dalam hati seluruh bakal Engkau sedia kan bagi anakMu yang datang dan berseru kepadaMu. Pada pas ini hamba datang ke hadapanMu untuk berharap apa yang pada mulanya tidak pernah timbul di di dalam hati hamba yaitu seorang pasangan hidup. Ya Bapa hamba paham terkecuali seorang pasangan hidup yang baik adalah pasangan hidup yang berasal dari padaMu. Oleh karena itu, hamba datang ulang ke hadapanMu untuk berharap seorang pasangan hidup yang senang mengasihi dan terima hamba apa adanya. Seorang pasangan hidup yang yakut dan mengasihi Engkau. Seorang pasangan hidup yang dapat menguatkan dan isi kekosongan hati hamba. Seorang pasangan hidup yang baik dan dapat bertumbuh dengan dengan di di dalam Engkau. Hamba paham Engkau bakal sedia kan dan meberikan yang terbaik bagi anakMu ini. Hamba hanya menyerahkan doa ini ke di dalam tanganMu dan kiranya Engkau menyempurnakan doa ini. Dalam nama Tuhan kami Yesus Kristus hamba udah berdoa. Amin.
8. Doa supaya dia mencintai kita
Bapa yang bertahta di dalam Kerajaan Sorga, hamba datang menyembahMu pada pas ini. Pada pas ini hamba dapat datang ke hadiratMu bukan karena kuat dan hebat hamba namun itu seluruh karena kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa, hamba pada pas ini dapat ada di sini bukan karena kuat dan hebat hamba namun itu seluruh karena kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa yang baik, pada kesempatan ini hamba datang ke hadiratMu untuk memohon penyertaanMu dan kasihMu. Bapa, hamba merindukan Kedatangan seorang pasangan hidup yang senang menemani kehidupan hamba. Seorang pasangan hidup yang senang hidup dengan dengan dengan dengan hamba, yang senang menguatkan hamba dan mengasihi hamba. Seorang pasangan hidup yang senang berlangsung berdampingan dengan dengan hamba untuk sharing bahagia mauoun duka dan terhitung canda tawa. Seorang pasangan hidup yang mengasihi Engkau dan khawatir bakal Engkau. Ya Bapa hamba paham Engkau adalah Allah yang udah buat persiapan yang terbaik bagi anak-anakMu. Oleh karena itu, kiranya Engkau memberikan anakMu ini seorang pasangan hidup yang menurutmu baik bagi anakMu. Kuranya Engkau mempertemukannya dengan dengan hamba. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.
8.Bacaan doa pendekat jodoh
Tuhan Yesus yang kami sembah di dalam nama anakMu yang Kudus, terima kasih atas kasihMu yang tak henti-hentinya Kau limpahkan bagi anakMu ini. Ya Bapa, pada kesempatan kali ini hamba datang ulang ke hadiratMu untuk memohon kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa, hamba dapat datang ulang ke hadapanMu bukan karena kuat dan hebat hamba namun itu seluruh atas kasih dan penyertaan yang tak henti-hentinya yang curahkan bagi anak-anakMu. Ya Bapa, hamba paham terkecuali di usia hamba pada pas ini hamba memerlukan seorang pasangan hidup. Seorang pasangan hidup yang khawatir bakal Engkau. Seorang pasangan hidup yang mengasihi Engkau dan senang mengasihi dan terhitung terima hamba apa adanya. Ya Bapa hamba paham bahwa pilihan hamba belum pasti itu pilihanMu dan pilihanMu pasti yang terbaij untuk hamba. Kiranya Engkau memberikan pasangan hidup yang hamba rindukan untuk menemani dan mendampingi hamba. Hamba hanya menyerahkannya ke di dalam tangan pengasihanMu. Terima kasih Tuhan. Amin.
9. Doa minta jodoh sebelum akan bakal tidur
Tuhan Yesus yang kami sembah dan kami kasihi, terima kasih atas kasih dan penyertaanMu yang tak henti-hentinya Kau limpahkan kepadaMu. Ya Bapa pada kesempatan yang indah ini hamba datang ulang ke hapanMu untuk memohon kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa hamba paham bahwa hamba tidak dapat berlangsung sendiri terkecuali Engkau tidak menyertai hamba. Oleh karena itu apa yang Engkau memberikan bagi anakMu ini pasti saja adalah yang terbaik menurut Engkau. Ya Bapa, banyak hal udah hamba lalui di dalam penyertaanMu. Baik bahagia maupun duka hamba tetap melewatinya dengan dengan dengan dengan Engkau. Ya Bapa, pada kesempatan yang indah ini, hamba paham bahwa hamba memerlukan seorang pendamping. Seorang pasangan hidup yang senang mendapingi kehidupan hamba. Seorang pasangan hidup yang udah Engkau sedia kan bagi anakMu ini. Jangan biarkan hamba keliru pilih seorang pendamping hidup. Namun kiranya hamba dapat pilih dan miliki seorang pasangan hidup yang pas yang bakal Engkau memberikan bagi anakMu ini. Ya Bapa, hamba yakin dan yakin Engkau bakal menyediakannya bagi hamba karena Engkau udah berfirman tidak baik bagi seorang manusia hidup seorang diri saja. Oleh karena itu hamba hanya menyerahkannya ke di dalam tangan kasihMu. Dengarlah doa hamba ya Bapa. Amin.
10. Doa supaya dia mencintai kita
Selamat malam Bapa yang kami sembah dan kami kasihi. Tetima kaish atas penyertaanMu sepanjang hari ini supaya hamba tidak kekurangan satu apapun. Ya Bapa, pada malam hari ini hamba datang ulang ke hadiratMu untuk memohon kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa, kuranya Engkau tunjukkan pasangan hidup bagi anakMu ini. Hamba paham ya Bapa, Engkau udah sedia kan yang terbaik bagi hamba sebelum akan bakal hamba berharap kepadaMu. Hamba paham bahwa Engkau relah menyediakannya bagi anakMu ini. Ya Bapa, hamba memerlukan seorang pasangan hidup yang senang mengasihi hamba. Seorang pasangan hidup yang Engkau memberikan untuk menemani hidup hamba, menguatkan hamba dan terhitung pasangan hidup yang dapat saling menguatkan dan bertumbuh dengan dengan di dalamMu. Hamba yakin dan yakin ya Bapa, Engkau bakal mempertemukan hamba dengan dengan pasangan hidup yang pas bagi anakMu ini. Kiranya Bapa, Engkau senang mendengarkan dan menjawab doa yang hamba naikkan kepadaMu ini. Dalam nama Tuhan Yesus hamba udah berdoa. Amin.
11. Doa supaya dipersatukan dengan dengan kekasih mempercepat
Bapa yang baik yang kami sembah dalan nama anakMu yang kudus, terima kasih atas kasih dan penyertaan yang tetap Kau limpahkan bagi anakMu. Ya Bapa, hamba dapat datang ulang ke hadiratMu bukan karena kuat dan hebat hamba, namun itu seluruh karena kasih dan penyertaanMu. Ya Bapa, udah saatnya bagi hamba untuk miliki seorang pasangan hidup. Namun kiranya ya Bapa, pasangan hidup yang kelak bakal hamba miliki seutuhnya berasal berasal dari padaMu. Ya Bapa, kiranya Engkau memberikan hamba seorang pasangan hidup yang khawatir bakal Engkau dan mengasihi Engkau setiap waktu. Hamba rindu bakal seorang pasangan hidup yang dapat melengkapi kekurangan hamba, menguatkan hamba ketika hamba lemah, menolong hanba ketika hamba bakal jatuh dan berlangsung dengan dengan hamba di di dalam bahagia mauoun duka. Kiranya Engkau memberikan dan tunjukkan pasangan hidup hamba ya Bapa. Ya Bapa, inilah doa yang hamba naikkan kepadaMu yang hamba alaskan hanya ke di dalam tangan kasihMu. Dalam nama Tuhan Yesus hamba udah berdoa. Amin.
Baca Juga : Renungan harian
Demikianlah kumpulan doa untuk berharap seorang pasangan hidup berasal dari Tuhan. Namun jangan jadikan doa sebagai alat untuk memaksakan tekad privat kepada Tuhan. Datanglah kepadaNya dan berdoalah dengan dengan segenap hati dan penuh penyerahan diri. Semua yang disampaikan kepada Tuhan dengan dengan kesungguhan hati pasti bakal Tuhan dengarkan karena Ia paham apa yang anak-anakNya butuhkan. Jangan pernah berhenti untuk berdoa dan berharap kepadaNya. Kiranya anda dapat meraih pasangan hidup yang pas yang udah Tuhan sedia kan bagi anda. Jika Tuhan belum menjawab doa anda jangan berhenti berharap kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

Doa Minta Jodoh Agar Bisa Menikah Dengan Dia


RENUNGAN HARIAN
Allah yang Berkuasa atas Hidup Manusia
Bacaan: Ayub 9:15-24
"Walaupun saya benar, saya tidak barangkali membantah Dia, jadi saya harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku. Bila saya berseru, Ia menjawab; saya tidak sanggup percaya, bahwa Ia senang mendengarkan suaraku;"
Ayub 9:15-16
Hubungan manusia dengan Allah sungguh dekat, bahkan kita sanggup memanggilnya Bapa. Hubungan pada Bapa dengan anaknya pastilah sungguh dekat. Ketika kita menghendaki suatu hal kepadaNya, Ia pasti dapat mendengarkan tiap tiap seruan hati kita. Layaknya seorang Ayah yang mengasihi anaknya, begitu terhitung dengan Bapa di Surga yang mengasihi kita. Namun, tanpa kita menyadari seringkali kita menyakitiNya baik lewat pikiran, perkataan, tingkah laku bahkan hati kita. Kita seringkali memaksakan kemauan kita kepadaNya dan hidup dengan tidak mengikuti perintahNya padahal Dia yang berkuasa atas hidup kita.
RENUNGAN HARIAN Allah yang Berkuasa atas Hidup Manusia 2019
Renungan Harian image by pixabay.com
Seringkali kita tidak menyadari didikan yang Ia berikan bagi kita. Ya, Dia edukatif kita lewat tiap tiap kasus yang kita alami didalam kehidupan ini. Saat kita menjadi apa yang kita alami ini tidak adil lupakah kita bahwa Allah itu adil kepada tiap tiap manusia? "Jika mengenai kekuatan tenaga, Dialah yang mempunyai! Jika mengenai keadilan, siapa sanggup menggugat Dia? Sekalipun saya benar, mulutku sendiri dapat tunjukkan saya tidak benar; serupa sekali saya tidak bersalah, Ia dapat tunjukkan saya bersalah." Ayub 9:19-20.
Allah itu adalah Allah yang adil dan berkuasa atas semua kehidupan manusia. Apa yang sudah Ia tetapkan didalam kehidupan manusia itulah yang dapat terjadi gara-gara tidak ada satupun manusia yang sanggup mencegahNya. Ketika kasus singgah dan kasus hidup yang kita alami menjadi begitu berat, tidakkah kita singgah kepadaNya berseru dan memohon kepadaNya? Ketika kita berseru kepadaNya Ia dapat mendengarkan tiap tiap doa kita dan pasti Ia dapat menjawabnya gara-gara Ia adalah Allah yang penuh kasih dan kuasaNya sanggup mengubahkan suasana kita.
Ia adil kepada tiap tiap manusia yang ada di bumi ini. Ia tidak membedakan kita gara-gara kita semua serupa di mataNya. Ketika kita berbuat salah, Ia pasti dapat menghukum kita. Tidak barangkali Allah menghukum orang yang hidup benar di hadapanNya. Sering kali manusia mengukur benar dan tidak benar manusia yang lain menurut pandangannya sendiri. Mungkin saja anda terhitung pernah berbuat demikian. Anda menjadi apa yang anda lakukan itu benar dan yang orang lain lakukan itu tidak benar sehingga anda menjadi bahwa tingkah laku yang anda lakukan pasti yang dapat Tuhan balas. Namun, yang berhak menentukan benar dan tidak benar didalam hidup manusia itu adalah Allah sendiri. Ia dapat menghakimi segala tingkah laku kita di dunia ini dengan adil dan kita harus mempertanggung jawabkannya kelak waktu Ia memanggil kita. Yohanes 5:30 "Aku tidak sanggup berbuat apa-apa berasal berasal dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, gara-gara Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kemauan Dia yang mengutus Aku."
Pastinya kita pernah menjadi cemas dengan orang tua kita dan dapat menuruti permohonan mereka dengan menghormati dan mengasihi mereka. Jika kita saja menjadi cemas dengan orang tua kita, bagaimana dengan Allah yang berkuasa penuh atas hidup kita? Ia adalah Allah yang adil, penuh kasih dan berkuasa atas hidup kita. Apapun yang terjadi didalam kehidupan kita sudah Ia tetapkan dan tidak ada seorang pun sanggup menghentikanNya gara-gara kita ini adalah kepunyaanNya. Takutlah dapat Dia dan kasihilah Dia dengan segenap hati kita. Ia sanggup mengubahkan dan memulihkan kehidupan kita dengan kuasaNya. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN HARIAN KRISTEN Allah yang Berkuasa Atas Hidup