RENUNGAN HARIAN
Semua Karena Allah
Bacaan: 1 Samuel 17:40-50
“Tetapi Daud bicara kepada orang Filistin itu: “Engkau berkunjung ke aku bersama dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku berkunjung ke engkau bersama dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”
1 Samuel 17:45
Renungan Harian Semua Karena Allah 1 Samuel 17:40-50
http://peripena.blogspot.com
Kita semua pasti tahu bahwa Allah adalah Allah yang hebat dan penuh kuasa. Ia dapat memulihkan situasi kita dan memakai kehidupan kita dnegan luar biasa. Namun, apakah kita telah bersama dengan benar dan seluruhnya yakin dan menyerahkan kehidupan kita kepadaNya? Sebagai manusia sering kali kita cuma beranggap Tuhan sebagai “ban serep” di mana ketika kasus berkunjung kita baru berkunjung kepadaNya.
Banyak di antara kita yang belum seluruhnya menyerahkan kehidupannya kepada Allah. Seringkali kita melakukan tindakan menurut akal kita dan beranggap bahwa kita dapat melewati segala halangan bersama dengan kapabilitas kita sendiri tetapi ketika kasus berkunjung justru kita kecewa kepada Tuhan dan menyalahkan kehidupan yang telah Tuhan berikan. Kita terkadak lupa bahwa segala suatu hal yang kita mempunyai dan terjadi dalam kehidupan kita adalah karena Allah.
Renungan terhadap hari ini mengajarkan kita untuk tetap yakin kepada Allah bahwa Ia dapat memampukan dan menguatkan kita di tiap-tiap kasus yang kita hadapi. Seberapa kecil atau lemahnya kita, Ia pasti dapat memampukan dan memakai kita seturut bersama dengan kehendakNya. Ketika kita diremehkan atau direndahkan oleh orang lain, justru kita dapat ditinggikan layaknya ada tertulis
“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia dapat direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia dapat ditinggikan.” (Matius 23:12).
Sebelum Daud melawan Goliat, Daud diremehkan dan direndahkan oleh orang sekitarnya dan ketika hendak melawan Goliat, Daud telah dipastikan dapat kalah. Namun, Daud tidak gentar sedikit pun. Ia tetap maju dan yakin bahwa Allah dapat menyertainya. Bagi manusia, Goliat pasti dapat menang melawan Daud. Goliat merupakan seorang pakar perang tetapi Daud cuma seorang penggembala yang tidak pernah studi pedang bahkan laksanakan peperangan. Tubuh Goliat benar-benar besar tidak sama bersama dengan Daud yang kecil. Goliat memakai jubah perang lengkap tetapi Daud cuma membawa tongkat untuk melawan Goliat. Namun, apa yang terjadi sungguh mengejutkan. Tuhan memakai Daud sedemikian rupa dan memampukan Daud sehingga Daud dapat mengalahkan Goliat dan bangsa Filistin pun lari ketakutan.
Bukankah sungguh luar biasa penyertaan Tuhan? Tidak cuma bagi Daud tetapi bagi kita semua. Ia sungguh mengasihi kita dan Ia tetap menyertai kita. Apa pun yang kita mempunyai dan apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita itu merupakan rancangan Tuhan yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita. Segala sesuatunya merupakan keinginan Allah. Jika terhadap sementara ini kita cuma berkesinambungan memaksakan keinginan kita kepada Allah bagaimana kita dapat merasakan kasih dan penyertaanNya?
Baca termasuk : Renungan air hidup 2019
Manusia pasti dapat meminta yang baik untuknya, tetapi apa yang baik untuk manusia belum pasti baik bagi Allah. Jika Tuhan tidak berkehendak atas apa yang kita minta, maka Tuhan dapat mengimbuhkan suatu hal lebih dari apa yang kita minta karena kuasaNya tak terselami dan tidak ada satu pun di antara kita yang tahu jalanNya. Jika terhadap sementara ini kita cuma mengeluh kepada Tuhan dan menjadi kita tetap direndahkan oleh orang yang ada di kurang lebih kita, maka mulailah menyerahkan seluruhnya kehidupan kita kepada Allah.
Sama halnya Allah memakai Daud, Ia pasti dapat memakai kehidupan kita juga. Ketika apa yang terjadi dalam kehidupanmu tidak cocok bersama dengan apa yang kamu harapkan, janganlah kamu menyalahkan diri sendiri bahkan menyalahkan Tuhan karena segala suatu hal adalah karena Allah.
”Sebab segala suatu hal adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan hingga selama-lamanya!” Roma 11:36..
Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Semua Karena Allah


RENUNGAN HARIAN
Ketika Iman dan Kesetiaan Diuji

Bacaan: Ayub 2:1-13
"Lalu mereka duduk berbarengan dia di tanah sepanjang tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya."
Ayub 2:13
Renungan harian
Gambar by mirifica.net
Ayub merupakan seorang yang hidupnya diberkati oleh Allah. Ia memiliki kekayaan yang melimpah serta keluarga yang besar bersama dengan bersama dengan seorang istri dan tujuh anak laki-laki serta tiga anak perempuan. Ia merupakan seorang yang saleh dan jujur, risau dapat Allah serta jauhi kejahatan.
Suatu hari Allah mengijinkan sebuah ujian hidup berlangsung di dalam kehidupan Ayub. Ia harus kehilangan seluruh kekayaan miliknya lebih-lebih ia harus kehilangan seluruh anak-anaknya. Penderitaan yang Ayub alami sungguhlah berat namun ketika penderitaan itu singgah menimpa Ayub, ia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah atas apa yang berlangsung dalam kehidupannya. Ayub juatru selalu memuji dan memuliakan nama Tuhan bersama dengan bersama dengan mulutnya.
Bahkan dalam Ayub 1:20-21 ia bersikap layaknya ini
"Maka berdirilah Ayub, setelah itu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku nampak dari kadar ibuku, bersama dengan bersama dengan telanjang termasuk aku dapat lagi ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
Jika kita baca lebih jauh lagi, penderitaan Ayub tidak cuma sampai disana. Allah menginjinkan penyakit kulit ada pada tubuh Ayub lebih-lebih isterinya meninggalkan ia. Ketika tiga orang sahabatnya singgah ke Ayub, mereka sampai tidak dapat mengenali Ayub karena penyakit kulit yang dideritanya. Namun, Ayub selalu tidak berucap dosa melalui bibirnya. Ia percaya bahwa segala suatu hal yang berlangsung dalam kehidupannya sudah diatur oleh Allah sehingga ia tidak harus risau dan khawatir.
Mungkin bagi kita manusia, kita berpikir bahwa apa yang sudah dialami Ayub sudah melebihi batas kekuatannya. Jika kita ada di posisi Ayub dapat saja saja kita dapat terus menerus mempertanyakan mengapa itu seluruh dapat berlangsung dalam kehidupan kita lebih-lebih dapat saja saja kita kecewa kepada Allah.
Jika pada waktu ini kita hadapi suatu pergumulan, apakah kita selalu dapat berdiri teguh layaknya Ayub? Setiap orang tentu memiliki kesusahannya sendiri dan tindakan yang dapat diambil berkaitan dari bagaimana orang setelah itu menyikapi persoalan yang tengah dialami. Pergumulan yang kita alami Tuhan ijinkan berlangsung karena Ia idamkan lihat seberapa besar iman dan komitmen kita kepadaNya.
Tidak sedikit di antara kita yang justru menyalahkan Tuhan lebih-lebih kecewa terhadapNya ketika ia harus hadapi suatu pergumulan. Bahkan di antara kita tentu dulu bersungut-sungut ketika persoalan yang dialami malah berat dan terasa tidak ada jalan keluar. Pergumulan yang dihadapi justru sebabkan kita malah jauh dari Tuhan karena kita terasa Tuhan tidak mengasihi kita. Padahal kita sendiri pun menyadari bahwa Ia tidak dapat memberi tambahan persoalan yang melebihi kebolehan kita.
Baca termasuk : Renungan harian terjebak dalam dosa
Ketika kita hadapi suatu pergumulan berkenaan yang harus kita melaksanakan adalah singgah dan berseru kepadaNya sehingga Ia dapat memulihkan kondisi kita. Mungkin tidak cuma kita yang sempat terasa putus asa dapat kehidupan ini, Ayub termasuk dulu mengalami berkenaan serupa. Namun, Ayub terus menerus percaya dan berserah kepada Tuhan sampai setelah itu kondisi Ayub dipulihkan oleh Tuhan. Ia mengganti kepunyaan Ayub dua kali lipat dan Tuhan memulihkan hidup Ayub.
Jika hidup kita idamkan dipulihkan olehNya, maka datanglah kepadaNya dan janganlah menyerah karena pergumulan yang tengah dihadapi. Pergumulan yang kita hadapi pada waktu ini merupakan ujian yang Tuhan ijinkan berlangsung untuk menguji iman dan komitmen kita kepadaNya. Tetaplah mengandalkan Dia dan hidup seturut kehendakNya sampai Ia memulihkan keadaanmu pada waktu ini. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Ketika Iman dan Kesetiaan Diuji


RENUNGAN HARIAN
Karena Kita Telah Ditebus

Bacaan: 1 Petrus 1:13-25
"Sebab kamu tahu, bahwa kamu sudah ditebus berasal dari cara hidupmu yang percuma yang kamu warisi berasal dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yakni darah Kristus yang sama layaknya darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."
1 Petrus 1:18-19
Setiap kita yang hidup di bumi ini pasti dulu melaksanakan kekeliruan sebab tidak ada seorang pun manusia yang mampu luput berasal dari dosa. Baik itu dosa dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Ketika kita melaksanakan suatu kekeliruan atau tindakan yang tidak senang di hadapanNya baik secara sengaja maupun tidak disengaja artinya kita sudah melaksanakan tingkah laku dosa. Dosa yang kita melaksanakan tanpa kita mengerti justru mampu menyakiti diri sendiri, orang lain bahkan Tuhan.
via achristianpilgrim.wordpress.com
Karena dosa yang sudah diperbuat manusia, interaksi manusia dengan Allah jadi rusak bahkan banyak manusia kehilangan kasih Allah sebab upah dosa ialah maut. Namun, sebab kasihNya, Ia tidak menghendaki kita jatuh ke dalam maut sehingga Ia memberi tambahan anakNya yang tunggal untuk mati di kayu salib sehingga dosa kita mampu ditebus olehNya.
Dosa kita sudah ditebus olehNya bukan dengan barang fana maupun emas dan perak tetapi oleh darah yang mahal yang ga ada noda dan cacat. Ia membayar dengan harga yang mahal sehingga kita tidak jatuh ke dalam maut sehingga kita mampu hidup dengan denganNya. Karena kita sudah ditebus olehNya banyak berkenaan yang mesti kita mengerti dan kita melaksanakan dalam hidup kita seperti:
1. Hidup kudus di hadapanNya

Salah satu bukti bahwa kita sudah ditebus olehnya yakni dengan hidup kudus di hadapanNya. 1 Petrus 1:14-15 "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu jadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama layaknya Dia yang kudus, yang sudah memanggil kamu,"
Cara sehingga hidup kita kudus dihadapanNya yakni dengan hidup taat seturut dengan kehendakNya. Mintalah hikmat dan bimbingan berasal dari padaNya sehingga kita mengerti mana yang boleh dilaksanakan dan tidak boleh dilaksanakan dan terhitung manakah sikap dan tingkah laku kita yang senang di hadapanNya.
2. Takut bakal Allah

1 Petrus 1:17 "Dan kalau kamu menyebut-Nya Bapa, yakni Dia yang tanpa memandang wajah menghakimi seluruh orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam kegalauan sepanjang kamu menumpang di dunia ini." Ketika kita punyai sikap kuatir bakal Allah maka kita tidak bakal jatuh ke dalam dosa sebab kita bakal mendengar apa yang Ia menghendaki dalam kehidupan kita.
3. Mengasihi sesama

Dalam 1 Petrus 1:22 disebutkan bahwa tidak benar satu bukti kita sudah ditebus olehNya yakni dengan mengamalkan kasih persaudaraan dengan mengasihi sesama dengan swgenap hati. Mengasihi sesama mesti kita memperlihatkan lewat sikap dan tingkah laku kita tidak cuma terucap berasal dari bibir saja.
4. Menjadi manusia baru

Hal paling akhir yang mesti dilaksanakan sebab kita sudah ditebus oleh darahNya yang kudus yakni dengan jadi manusia baru. Ketika kita sudah ditebusNya, kita tidak lagi hidup berasal dari benih yang fana melainkan berasal dari benih yang tidak fana oleh Firman Allah yang hidup dan kekal.
Karena dosa kita sudah ditebus olehNya dengan darah yang mahal, marilah kita hidup seturut dengan kehendakNya sehingga kita mampu selalu beroleh kasihNya. Karena pada waktu ini kita merupakan manusia baru yang hidup oleh sebab Firman Allah marilah kita hidup dengan memberi tambahan kasih dan berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Karena Kita Telah Ditebus


Kumpulan Santapan Rohani Pendek
Renungan 1: Indah Pada WaktuNya

Renungan 2: Mengingat Penyertaan Tuhan

Renungan 3: Nasib Semua Orang Itu Sama

Renungan 4: Haruskah Kita Berharap?

Renungan 5: Tidak Takut Sebab Tuhan Dipihakku

Renungan 6: Tuhan Mendengar

Renungan 7: Ujian Iman

Renungan 8: Tuhan Yang Menyelesaikan

Renungan 9: Minta Tolonglah KepadaNya

Renungan 10: Cara Tuhan Untuk Menolongmu

Renungan 1
Indah Pada WaktuNya

Bacaan: Pengkhotbah 3:11-15
Ia membawa efek segala suatu hal indah terhadap waktunya, bahkan Ia beri tambahan kekekalan di dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak bisa menyelami pekerjaan yang dijalankan Allah berasal dari awal hingga akhir.
Pengkhotbah 3:11
Pernahkan kita berada di dalam posisi di mana kita mulai pergumulan yang kita hadapi begitu berat seakan Tuhan jauh meninggalkan kita? Disaat kita mengalami suatu kasus seringkali kita bertanya “Tuhan mengapa berkenaan ini mesti terjadi padaku? Bukankah Engkau mengasihi aku?” Bahkan tidak jarang kita hingga kepada fase di mana kita menyalahkan Tuhan bakal kenyataan hidup ini. Kita memberontak bahkan kehilangan kendali atas diri kita sendiri karena kita tidak sabar untuk tunggu jawaban berasal dari Tuhan.
Ketika kasus itu ada di dalam kehidupan kita, kita justru lebih menentukan untuk menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan ulang karena kita mulai Tuhan tidak berkenan menjawab masing-masing doa yang kita naikkan. Kita lupa bahwa selagi Tuhan bukanlah selagi manusia. Tuhan mengijinkan masing-masing kasus terjadi di dalam kehidupan kita agar Ia bisa perlihatkan betapa besar kuasaNya karena Ia bisa memulihkan kondisi kita asalkan kita berkenan berserah dan bersabar tunggu janji Tuhan tergenapi.
Via mormonchannel.org
Hari ini Firman Tuhan berbicara bahwa pekerjaan Tuhan mesti dinyatakan melalui kasus yang kita alami dan segala suatu hal tentu ada waktunya. Tuhan meminta menyaksikan bagaimana iman kita kepadaNya. Yang mesti kita ingat dan renungkan yaitu selagi Tuhan adalah tepat. Ia bekerja di atas segala kasus yang kita alami. Ia beri tambahan kekuatan dan kelegaan kepada kita. Ia bakal mengubah dukacita yang kita alami jadi sukacita bahkan Ia bakal bisa memulihkan kehidupan kita.
Masalah yang dialami oleh masing-masing kita tentu saja tidak bakal memlebihi kekuatan kita. Masalah yang kita hadapi termasuk tidak bakal membawa efek kita terjatuh karena Ia bakal membantu dan memegang tangan kita. Ia bakal membeuat segala suatu hal indah terhadap waktunya. Oleh karena itu, sabarlah tunggu jawaban Tuhan. Berserahlah dan berdoalah kepadaNya karena Ia bakal beri tambahan apa yang anda perlukan tepat terhadap waktunya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 2
Mengingat Penyertaan Tuhan

Bacaan: Ulangan 8:1-11
"Ingatlah kepada semua perjalanan yang kaulakukan atas tekad TUHAN, Allahmu, di padang gurun sepanjang empat puluh th. ini bersama maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk jelas apa yang ada di dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang terhadap perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, melepas engkau lapar dan berikan engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang termasuk tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membawa efek engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan berasal dari roti saja, tapi manusia hidup berasal dari segala yang diucapkan TUHAN."
Ulangan 8:2-3
Kehidupan yang kita jalani di dunia ini berbeda-beda agar terhadap yang satu bersama yang lainnya memiliki kehidupan yang berbeda. Dalam hidup ini, tidak selamanya kebahagiaan yang kita dapatkan. Namun ada kalanya perasaan sedih termasuk Tuhan ijinkan untuk hadir di dalam kehidupan kita. Tawa dan tangis, perasaan sedih dan kebahagiaan, puas dan duka, bahkan kehilangan pun Tuhan ijinkan ada untuk mewarnai kehidupan kita.
Coba bayangkan terkecuali semua orang di dunia ini selamanya bahagia, bagaimana ia bisa menyaksikan kuasa Tuhan di dalam hidupnya? Kita tidak bakal pernah jelas apa yang bakal terjadi kepada hidup kita besok. Kita tidak bakal jelas apa yang bakal terjadi terhadap kita 5 menit yang bakal datang, 30 menit yang bakal mampir bahkan 1 jam yang bakal datang.
Kita tidak jelas apakah kebahagiaan atau perasaan sedih yang bakal kita rasakan. Namun, segala yang terjadi di dalam kehidupan kita adalah atas seiijinNya dan apa pun yang mesti kita lalui dan apa pun yang kita peroleh itu merupakan tekad Tuhan.
Masalah yang kita alami tentu saja bisa kita lewati karena penyertaan Tuhan. Ia memampukan kita dan beri tambahan kita jalan nampak agar kita bisa melalui masing-masing kasus yang terjadi. Jika terhadap selagi ini hidupmu mulai berat seakan tidak ada jalan keluar, datanglah kepadaNya maka Ia bakal beri tambahan kepadamu kelegaan dan jalan nampak karena penyertaanNya bakal dinyatakan di dalam hidupmu selagi ini. Teruslah meminta kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Nasib Semua Orang Itu Sama

Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12
”Inilah yang celaka di dalam segala suatu hal yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh bersama kejahatan, dan kebebalan ada di dalam hati mereka seumur hidup, dan setelah itu mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang termasuk orang hidup membawa harapan, karena anjing yang hidup lebih baik berasal dari terhadap singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup jelas bahwa mereka bakal mati, tapi orang yang mati tak jelas apa-apa, tak ada upah ulang bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka udah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5
Pada selagi ini, manusia menakar segala suatu hal yang terjadi terhadap dirinya atau apa yang ia memiliki udah diatur oleh nasib. Namun apakah benar Tuhan menciptakan seseorang bersama nasib yang berbeda-beda agar manusia mesti menyaksikan apa yang terjadi di dalam dirinya sebagai nasib?
Mungkin kita sering menyaksikan bahkan mendengar seseorang berbicara “ingin merubah nasib”. Namun apakah benar yang mesti diubah hanya nasib? Pada ayat yang kita baca terhadap hari iini jelas amat memberi salam kita bahwa nasib semua orang itu sama.
Jika terhadap selagi ini anda mengalami kesenangan dan besok anda mengalami kesedihan, bukan berarti nasib yang menyesuaikan hidupmu tapi memang karena Allah yang udah mengaturnya dan mengijinkan seutuhnya terjadi.
Memang sulit bagi kita untuk merubah paradigma yang udah mengakar di dalam masyarakat terkecuali analisis orang setelah itu termasuk tidak turut diubah. Berbicara berkenaan nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada suatu hal yang baru yang bakal kita temui terkecuali kita berbicara berkenaan nasib.
Pada hari ini ulang ditegaskan bahwa nasib semua orang itu mirip tidak ada yang tidak mirip karena semua manusia bakal mati dan ulang kepada Bapa di Surga. Jika anda terhadap hari ini mengalami kasus tapi temanmu tidak, bukan berarti nasib kalian berbeda.
Tuhan mendidik anak-anakNya melalui kasus yang dialami. Ia mendidik kita bersama cara yang tidak mirip agar dikala hidup anda bersama dia tidak mirip bukan berarti nasib kalian berbeda. Ingatlah bahwa Tuhan udah mengaturhidupmu sedemikian rupa. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 4
Haruskah Kita Berharap?

Bacaan: Roma 8:18-28
“Sebab kita diselamatkan di dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; karena bagaimana orang selamanya menginginkan apa yang dilihatnya?”
Roma 8:24
Setiap kita tentu memiliki harapan. Harapan yang dimiliki masing-masing orang berbeda-beda mengenai berasal dari keperluannya. Mengapa tidak mirip mengenai keperluannya? Ini karena orang yang meminta tentu ada suatu hal yang diperlukan atau suatu hal yang hendah dicapai.
Baik anak muda hingga orang dewasa tentu memiliki harapan. Semakin dewasa, harapan seseorang bakal suatu hal berkenaan tambah besar. Tanpa harapan seseorang tentu mulai hidupnya monoton tanpa ada obyek yang mesti diperjuangkan. Ketika seseorang mengalami masalah, ia tentu memiliki harapan agar Tuhan beri tambahan jalan nampak agar ia bisa hadapi dan melalui kasus itu.
Allah meminta kita agar kita berpegang teguh kepada pengharapan. Ketika kita mulai suatu pengharapan itu sia-sia dan tidak mungkin terjadi, Ia mengehendaki kita agar selamanya percaya kepadaNya dan menjadikan pengharapan yang kita mengharapkan itu jadi suatu hal yang pasti. Alkitab menjelaskan agar kita bertekun di dalam pengharapan karena tidak ada yang sia-sia terkecuali kita meminta padaNya.
Dalam bertekun kehidupan ini, kita mesti memiliki kepercayaan bahwa janji Tuhan tentu bakal digenapi di dalam hidup kita. Oleh karena itu, jangalah kita curiga karena Ia tentu bakal membawa efek pengharapan kita jadi kenyataan. Untuk tunggu sebuah pengharapan, kita mesti sabar tunggu dan tidak mengeluh.
Kita termasuk mesti memiliki iman pengharapan yang teguh kepadaNya. Jangan biarkan iman kita melemah dan justru membawa efek kita berhenti berharap. Tuhan bakal menjawab masing-masing apa yang kita meminta tepat terhadap waktuNya. Jika Tuhan bilang harapan kita bukanlah yang paling baik untuk kita, kita mesti percaya bahwa apa yang Tuhan nyatakan di dalam kehidupan kitalah yang terbaik.
Kita mesti meminta kepadaNya dan memiliki pengharapan kepadaNya karena bakal ada suatu berkenaan yang terjadi dikala kita meminta padaNya. Berharap padaNya bukan berarti kita lemah. Berharap padaNya berarti kita percaya bahwa Ia bakal memulihkan kehidupan kita. Janganlah berhenti meminta padaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 5
Tidak Takut Sebab Tuhan Dipihakku

Bacaan: Mazmur 118:5-9
“TUHAN dipihakku. Aku tidak bakal takut. Apakah yang bisa dijalankan manusia terhadap aku?”
Mazmur 118:6
Takut merupakan suatu tanggapan terhadap suatu impuls khusus seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa khawatir merupakan salah satu emosi basic tak hanya rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat diambil kesimpulan bahwa kekuatiran adalah suatu tanggapan emosi seseorang terhadap suatu ancaman.
Semua orang yang selamanya hidup di dunia ini tentu emiliki rasa takut. Rasa khawatir yang dialami masing-masing orang berbeda-beda mengenai berasal dari responnya terhadap suatu kondisi tertentu. Ketika rasa khawatir menguasai seseorang, biasanya orang itu tidak bisa berpikir bersama logis. Ketika kekuatiran muncul, adakalanya seseorang bisa mengambil alih cara yang tidak cocok bersama Firman Tuhan.
Seseorang bisa mulai khawatir karena mulai tengah berhadapan bersama suatu hal bahkan seseorang yang jauh lebih kuat, jauh lebih besar dan jauh lebih besar dibandingkan bersama dirinya. Orang setelah itu mulai dirinya lemah, kecil, tidak berdaya dan tidak memiliki apa-apa itu menandingi atau mengalahkan suatu hal yang membuatnya ketakutan.
Memang benar terkecuali kekuatiran merupakan berkenaan yang tidak bisa dipisahkan di dalam diri manusia. Rasa khawatir itu bahkan bisa saja nampak masing-masing hari di dalam kehidupan manusia. Baik memang memiliki rasa khawatir karena rasa khawatir merupakan tanggapan kita terhadap suatu kondisi yang bisa membahayakan bagi kita. Namun, terkecuali kita konsisten melepas kekuatiran itu menguasai diri kita justru kekuatiran itu bakal membawa efek kita tidak bisa melangkah maju ke depan. Ketakutan itu bakal menghalangi kita untuk bisa merasakan kasih dan kuasa Allah.
Satu berkenaan yang mesti diingat bahwa di dalam segala kondisi bahkan di dalam kondisi terburuk samasekali Tuhan selamanya menyertai kita. Jangan mulai khawatir karena Allah ada dipihak kita. Ia bakal sedia kan apa yang kita butuhkan dan kita perlukan.Ia bakal memenangkan kita dikala kita tengah ada kasus dan bakal memenuhi apa yang kita butuhkan. Buang kekuatiran itu dan jadilah berani karena Allah ada di pihakmu. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 6
Tuhan Mendengar

Bacaan: Ratapan 3:21-33
“Karena walaupun Ia mendatangkan susah, Ia termasuk menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Karena tidak bersama berkenan hati Ia menindas dan mengkhawatirkan anak-anak manusia.”
Ratapan 3:32-33
Tuhan tidak bakal pernah melepas umatNya sendirian. Ia selamanya ada untuk kita disetiap detik kehidupan kita. Namun, kita seringkali mulai Tuhan meninggalkan kita karena Tuhan belum menjawab doa kita. Tidak sedikit berasal dari terhadap kita pernah mulai kecewa dan menghindari berasal dari Tuhan. Kita seringkali mengandalkan kekuatan kita sendiri terkecuali dirasa Tuhan tidak bakal menjawab doa kita.
Dalam kondisi menderita atau mengalami pergumulan berat manusia cenderung mengabaikan Allah dan menyalahkan Allah sebagai wujud kekecewaannya. Tuhan mengijinkan semua itu terjadi karena Tuhan meminta mendidik kita jadi khusus yang kuat dan bertumbuh di dalam iman karena memang di dalam kelemahanlah kuasa Allah jadi nyata.
Permasalahan yang kita alami seringkali membawa efek kita lupa bakal kebaikan dan berkat dan juga kasih yang Tuhan curahkan kepada kita. Kita cuma sibuk bersama analisis egois kita yang tidak beralasan. Kita konsisten mengeluh tapi kita tidak berkenan menyerahkannya kepada Tuhan. Padahal selagi kita berdoa kepadaNya Tuhan tentu bakal mendengar dan menjawab doa kita.
Saat kita jelas bahwa kita selamanya perlu Tuhan, datanglah padaNya maka Dia bakal langsung mengulurkan tanganNya untuk membantu kita. Berbagai cara bisa Tuhan pakai untuk membantu kita. Ia jelas apa yang kita butuhkan sebeluh kita meminta kepadaNya.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Sesungguhnya Allah perhatikan apa yang terjadi di dalam kehidupan kita. Ketika kita berdoa, berarti kita termasuk menyaksikan selamanya ada harapan dikala kita berserah kepadaNya dan selamanya ada nada Tuhan yang menghibur dan menjawab masing-masing kata berasal dari seruan kita. Sampai kapanpun kita tidak bisa melepas Tuhan.
Dengan berdoa kita bisa menyerahkan semua kekuatiran kita kepadaNya. Ia bakal selamanya mendengar doa kita karena Ia tidak bakal menutup mata dan telingaNya kepada umat yang berseru kepadaNya. Janganlah bosan untuk berdoa karena Ia bakal mendengarkan segala apa yang anda minta. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 7
Ujian Iman

Bacaan: Ayub 2:1-13
"Tetapi jawab Ayb kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita berkenan terima yang baik berasal dari Allah, tapi tidak berkenan terima yang buru?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa bersama bibirnya."
Ayub 2:10
Ayub merupakan seorang yang hidupnya diberkati oleh Allah. Ia memiliki kekayaan yang melimpah dan juga keluarga yang besar bersama seorang istri dan tujuh anak laki-laki dan juga tiga anak perempuan. Ia merupakan seorang yang saleh dan jujur, khawatir bakal Allah dan juga menghindari kejahatan.
Suatu hari Allah mengijinkan sebuah ujian hidup terjadi di di dalam kehidupan Ayub. Ia mesti kehilangan semua kekayaan miliknya bahkan ia mesti kehilangan semua anak-anaknya. Penderitaan yang Ayub alami sungguhlah berat tapi dikala penderitaan itu mampir menimpa Ayub, ia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah atas apa yang terjadi di dalam kehidupannya.
Mungkin bagi kita manusia, kita berpikir bahwa apa yang udah dialami Ayub udah melebihi batas kekuatannya. Jika kita ada di posisi Ayub mungkin saja kita bakal konsisten mempertanyakan mengapa itu semua bisa terjadi di dalam kehidupan kita bahkan mungkin saja kita kecewa kepada Allah.
Jika terhadap selagi ini kita hadapi suatu masalah, apakah kita selamanya bisa berdiri teguh seperti Ayub? Setiap orang tentu memiliki kesusahannya sendiri dan tindakan yang bakal disita alih mengenai berasal dari bagaimana orang setelah itu menyikapi kasus yang tengah dialami. Pergumulan yang kita alami Tuhan ijinkan terjadi karena Ia meminta menyaksikan seberapa besar iman dan komitmen kita kepadaNya.
Iman yang kita memiliki tentu saja bakal bertumbuh dikala kita mengalami ada problem karena di di dalam ada problem itu Tuhan membentuk kita jadi khusus yang kuat. Saat kasus mampir menghampiri kita, Tuhan meminta menyaksikan hingga sejauh mana komitmen kita kepadaNya.
Masalah merupakan salah satu wujud ujian iman kita. Sama berkenaan nya bersama Ayub yang di dalam kasus imannya konsisten bertumbuh hingga setelah itu Allah merubah hidup Ayub. Jika terhadap selagi ini anda tengah memiliki kasus jangan biarkan imanmu layu. Tuhan Yesusu memberkati.
Renungan 8
Tuhan Yang Menyelesaikan

Bacaan: Kejadian 2:1-7
“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena terhadap hari itulah Ia berhenti berasal dari segala pekerjaan penciptaan yang udah dibuat-Nya itu.”
Kejadian 2:3
Pasti tidak asing bagi kita mendengar kisah penciptaan yang dijalankan oleh Allah. Bumi dan seisinya diciptakan sepanjang 6 hari dan terhadap hari ke 7 Tuhan memberkatinya.  Tuhan selamanya menyelesaikan apa yang udah Ia menyebabkan bersama baik kemudia Ia bakal memberkatinya begitu pula bersama kehidupan manusia.
Pada selagi ini, tidak ada satu pun manusia yang luput berasal dari permasalahan. Respon masing-masing orang berbeda-beda di dalam hadapi masalah. Ada yang konsisten meminta hingga kasus itu selesai tapi tidak sedikit pula orang yang menyerah dikala hadapi kasus itu.
Jika kita mulai tidak bisa untuk menyelesaikan kasus yang tengah kita alami apa yang mesti kita lakukan? Yang mesti kita lakukan adalah selamanya meminta dan berpegang teguh padaNya. Ia adalah Allah yang bisa menyelesaikan segala kasus yang tengah anda alami.
Mari kita merenung sejenak. Seringkali di dalam hidup ini kita amat fokus untuk mengejar apa yang kita meminta dan mengejar apa yang meminta kita selesaikan. Kita kadang waktu jadi lupa untuk melibatkan Tuhan di dalam masing-masing aktivitas yang tengah kita alami. Kita mesti melibatkan Tuhan di dalam masing-masing apa yang terjadi di dalam kehidupan kita karena cuma Ia sajalah yang bisa menuntun dan memberkati kita.
Pada selagi ini kita termasuk diajak untuk belajar berasal dari penciptaan bumi dan seisinya yang dijalankan Allah. Setelah Allah selesai menciptakannya Allah setelah itu mengkuduskannya. Kita pun mesti demiakian. Dalam sehari Tuhan menciptakan 24 jam agar kita bisa beraktivitas. Namun, Tuhan meminta sepanjang 24 jam itu kita sedia kan selagi kita untuk mampir ke hadapanNya dan berdoa padaNya.
Kita selamanya bisa bertekun kehidupan ini tentu karena Allah. Oleh karena itu, marilah kita sedia kan selagi kita untuk berdoa kepada Tuhan. Ketika kita berdoa kepadaNya maka Ia bakal menyelesaikan pekerjaanNya di di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 9
Minta Tolonglah KepadaNya

Bacaan: Lukas 11:9-13
“Karena masing-masing orang yang meminta, terima dan masing-masing orang yang mencari, mendapat dan masing-masing orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Lukas 11:10
Pernahkah anda minta dibelikan suatu hal kepada ayahmu? Jika pernah apa yang ayahmu lakukan? Apakah ayahmu memarahi dan memukulmu? Tentu saja tidak. Ia tentu bakal beri tambahan apa yang anda minta karena ia mengasihimu sebagai anaknya.
Ayahmu saja bakal beri tambahan apa yang anda minta kepadanya, bagaimana bersama Bapa di Sorga? Ia tentu bakal beri tambahan apa yang anda minta kepadaNya menurut selagi dan kerelaan hatiNya. Disaat anda memiliki masalah, Ia bakal mampir langsung untuk membantu anak-anak yang berseru kepadaNya.
Seringkali dikala mengahadapi permasalahan, kita lupa bahwa ada Allah yang bakal membantu kita dikala kita berseru kepadaNya. Disaat kasus itu ada, seringkali yang kita lakukan justru meminta pertolongan manusia padahal belum tentu manusia bisa menyelesaikan kasus yang tengah dihadapinya.
Ingatkan dikala bangsa Israel berseru kepada Tuhan agar Tuhan membantu mereka berasal dari kejaran bangsa Mesir. Apa yang Tuhan lakukan kemudian? Apakah Tuhan tidak mendengar seruan bangsa Israel? Tentu saja Tuhan mendengarseruan bangsa Israel dan Mengenakan Musa agar Musa bisa membelah laut Teberau dan bangsa Israel bisa melewatinya. Setelah bangsa Israel melalui Laut Teberau, laut itu kemabali seperti pada mulanya dan mengahanyutkan banyak tentara Mesir.
Allah adalah Bapa yang baik kepada anak-anakNya. Ia tidak bakal pernah melepas anakNya terjadi sendiri. Ia selamanya membantu dan memimpin anakNya. Ia tidak bakal beri tambahan berkenaan yang jahat kepada kita, justru yang Ia memberi tambahan adalah suatu hal yang baik.
Jika terhadap selagi ini anda tengah hadapi kasus dan seakan udah tidak ada jalan nampak lagi, maka minta tolonglah kepadaNya dan Ia tentu bakal langsung menolongmu. Tangan Tuhan tidak tidak cukup panjang untuk memegangmu. Bahkan pendengaraanya tidak tidak cukup tajam untuk mendengar masing-masing seruan doamu. Oleh karena itu berdoalah kepadaNya dan Ia bakal langsung mampir untuk menolongmu. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 10
Cara Tuhan Untuk Menolongmu

Bacaan: 1 Samuel 19:11-24
“Kemudian Saul mengirimkan orang-orang suruhan ke area tinggal Daud untuk mengamat-amatinya dan untuk membunuh dia terhadap selagi pagi. Tetapi Mikhal, isteri Daud, memberitahukan kepadanya, demikian: “Jika engkau tidak bisa meluputkan dirimu malam ini, maka besok engkau bakal dibunuh.”
1 Samuel 19:11
Banyak cara yang dijalankan oleh Allah untuk membantu manusia. Cara yang dijalankan Allah kadang waktu tidak bisa dipahami oleh manusia. Ia bisa Mengenakan siapa saja untuk membantu kita. Bahkan orang yang tidak kita duga pun bisa dipakai oleh Allah untuk membantu kita.
Pada hari ini kita menyaksikan bagaimana pertolongan Tuhan kepada Daud. Saul mencoba untuk membunuh Daud tapi karena pertolongan Allah, Daud bisa selamat berasal dari tangan Saul. Tuhan Mengenakan orang-orang disekitar Daud untuk menyelamatkannya berasal dari kejaran Saul hingga Saul tidak bisa membunuhnya.
Jika terhadap selagi ini anda tengah hadapi suatu kasus yang membuatmu mulai terhimpit dan kesakitan, percayalah bahwa Ia bakal menolongmu bersama caraNya mirip seperti Daud yang udah ditolongnya untuk dpaat lari berasal dari kejaran Saul.
Mungkin sebagai manusia kita tidak bisa jelas bagaimana Tuhan bisa membantu kita berasal dari masalah. Bisa saja Ia Mengenakan temanmu atau bahkan orang yang membencimu untuk bisa menolongmu berasal dari segala kasus yang tengah anda alami.
Satu berkenaan yang pasti,pertolongan Tuhan tidak bakal pernah terlambat kepada anak-anakNya. Pertolongan Tuhan selamanya tepat terhadap waktuNya. PertolonganNya nyata dan kita tentu bakal merasakan pertolonganNya asalkan kita konsisten percaya kepadaNya. Bukankah Ia meminta kita untuk konsisten meminta padaNya?
Mungkin bukan hari ini Tuhan menolongmu. Mungkin saja besok Ia bakal menolongmu. Meskipun besok Ia menolongmu bukan berarti seutuhnya udah terlambat. Justru pertolongan Tuhan selamanya tepat terhadap waktunya. Yang Ia meminta hanya agar kita tidak khawatir dan seutuhnya percaya kepadaNya bahwa Ia bakal mampir menolongmu.
Pertolongan Tuhan bakal tercurah ke atasmu selagi ini juga. Oleh karena itu janganlah anda berhenti meminta padaNya karena tidak ada harapan yang sia-sia. Tuhan Yesus memberkati.
Kesimpulan : Artikel ini dibikin untuk dijadikan sebagai bahan renungan harian dikala tengah hadapi masalah

10 Kumpulan Santapan Rohani Tentang Menghadapi Masalah


Pohon Ara yang Dikutuk Tuhan Yesus
Salah satu mukjizat yang diperbuat oleh Tuhan Yesus yaitu pas ia mengutuk pohon ara. Pohon ara yang dikutuk ini dicatat di didalam Perjanjian Baru khususnya di didalam dua kitab Injil yaitu pada Injil Matius pasal 21 dan Injil Markus pasal 11. Pohon ara yang dikutuk ini dikisahkan berada di sedang jalur pada Betania dan Yerusalem. Dalam perjalanan menuju ke kota, Tuhan Yesus merasa lapar. Kemudian di pinggir jalur Ia melihat pohon ara yang berdaun lebat sehingga Yesus pun hendak melacak makan berasal dari buah pohon ara itu.
Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus
via freebibleimages.org
Setelah Yesus melihat pohon ara tersebut, Ia mendapati bahwa pohon ara tersebut tidak berbuah tetapi hanya berdaun lebat saja. Karena melihat pohon ara tersebut tidak berbuah sama sekali maka Ia mengutuk pohon ara tersebut hingga menjadi kering baik daun, ranting maupun akarnya sehingga pohon ara tersebut amat tidak dapat berbuah lagi.
Pohon Ara
Pohon ara merupakan keliru satu jenis pohon yang berdaun lebat dan rindnag. Biasanya pohon ini dapat tumbuh setinggi 6 meter. Ranting dan cabang-cabangnya merentang 7,5 mtr. hingga 9 mtr. ke samping. Oleh sebab itu pas cuaca sedang terik banyak sekali orang yang senang berteduh di bawah rindangnya pohon ara ini.
Karena pohonnya amat rindang, pasti saja Yesus meminta pohon ara ini termasuk mempunyai buah. Akan tetapi, Ia tidak meraih apa-apa berasal dari pohon ara itu tak hanya daunnya saja yang lebat. Seperti yang kita ketahui, Yesus dan murid-muridNya merupakan orang yang sederhana sehingga pas mereka lapar, mereka tidak bakal melacak makanan mewah yang mahal. Mereka makan bukan untuk memuaskan udara nafsu melainkan hanya untuk menghilangkan rasa laparnya saja yang di didalam artian mereka makan cocok dengan dengan kebutuhan.
Dalam hukum orang Yahudi, pohon ara yang terdapat di pinggir jalur bebas untuk diambil alih buahnya oleh tiap tiap orang yang melalui jalur itu. Oleh sebab itu, pas Yesus dengan dengan dengan dengan para murid melalui pohon ara yang terdapat di sedang jalur pada Betania dan Yerusalem, Ia bebas melacak buah yang ada pada pohon aratanpa harus terkena sanksi orang Yahudi.
Alasan Mengapa Yesus Mengutuk Pohon Ara

Bagi kita yang membacanya, mungkin tindakan Yesus yang mengutuk pohon ara ini muncul semena-mena sebab segera membinasakan pohon ara yang tidak berbuah melalui ucapan mulutnya sehingga saat itu juga pohon ara tersebut menjadi kering. Pohon yang pada mulanya hijau dan berdaun lebat saat itu juga menjadi kering sesudah Ia mengutuk pohon ara ini pasti memicu para muridNya tercengang atas kelakuan yang telah dijalankan Yesus.
Sebenarnya apa yang dijalankan oleh Yesus bukanlah sebuah tindakan yang semena-mena sebab sebetulnya Yesus menginginkan mengajarkan murid-muridNya prinsip ilahi melalui tindakan yang Ia laksanakan di didalam perikop Yesus mengutuk pohon ara. Lalu sebenarnya, apa yang dapat kita pelajari berasal dari perikop tersebut? Adapun yang dapat kita pelajari pada lain:
1. Sesuatu Yang Tidak Berguna Akan Binasa

Mungkin poin pertama ini merupakan keliru satu hukum kehidupan atau bahkan merupakan keliru satu prinsip ilahi dimana suatu hal yang tidak berguna lambat laun bakal binasa. Tuhan menciptakan kita tentunya ada maksud yang baik yaitu Ia menginginkan kita menjadi manusia yang berguna khususnya bagi sesama kita. Contoh sederhananya seperti ini. Sebuah lilin kita nyalakan di didalam kegelapan sebab lilin tersebut berguna untuk menerangi kita di sedang kegelapan. Garam dimasukkan di didalam makanan dengan dengan maksud untuk memberi tambahan cita rasa pada makanan tersebut.
Lalu bagaimana terkecuali lilin tersebut tidak dapat menerangi kita di di didalam kegelapan atau mungkin garam yang kita masukkan ke di didalam amakanan tidak dapat memberi tambahan rasa terhadapa makanan tersebut? Tentu saja lilin dan garam tersebut menjadi tidak berguna bkan? Begitu termasuk dengan dengan pohon ara yang dikutuk oleh Yesus.Meskipun daunnya lebat, pohonnya rindang tetapi pas ia tidak berbuah maka pohon ara tersebut termasuk tidak menjadi berguna.
Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah, Ia menginginkan kita menjadi seseorang yang berguna sebab pas Ia menciptakan kita Ia mempunyai object yang jelas. Tujuan tersebut pada lainagar manusia laksanakan apa yang kudus dihadapan Allah dan juga untuk menggembirakan dan memuliakan namaNya di didalam kehidupannya. Allah menciptakan kita sebagai manusia sehingga kita menjadi manusia yang berguna bagi kemuliaan, kemauan dan juga kerajaanNya. Pohon ara yang ditemui Yesus di pinggir jalur tersebut dikutuk sebab pohon ara tersebut tidak menghasilkan buah sehingga pohon ara tersebut harus mati kering. Sebagai manusia Ia termasuk menginginkan kita mengahsilkan buah di didalam kehidupan ini.
2. Tidak Selalu Ditentukan Oleh Penampilan Luar

Pohon ara yang dilukiskan di di didalam Alkitab ini sebenarnye melukiskan orang percaya yang tidak menghasilkan buah di didalam kehidupannya. Pohon ara ini termasuk melukiskan iman tanpa kelakuan yang dimiliki oleh manusia. Pohon ara mempunyai daun yang lebat semestinya buah pada pohon ara tersebut lebat. Akan tetapi, penampilan luar berasal dari pohon ara yang hijau tersebut tidak menanggung bahwa pohon ara tersebut berbuah dengan dengan lebat juga.
Begitu pula kehidupan kita sebagai orang percaya, penampilan yang orang lain melihat belum pasti melukiskan Kekristenan yang kita mempunyai telah menghasilkan buah atau justru tidak menghasilkan buah sama sekali. Penampilan tiap tiap orang merasa berasal dari yang muda hingga tua, cantik, tampan, atau bahkan biasa saja tidak bakal memilih buah yang dihasilkan di didalam kehidupannya. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa Kekristenan bukan berbicara soal penampilan luar melainkan berbicara mengenai kehidupan sehari-hari apakah telah menghasilkan buah atau belum.
3. Penghakiman Hanya Berada di tangan Tuhan Yesus

Tindakan Yesus pas mengutuk pohon ara bukanlah  merupakan tindakan yang semena-mena sebab Ia mengutuk pohon ara tersebut dengan dengan object untuk mengingatkan para murid bahwa penghakiman harus hanya berada di tangan Tuhan Yesus. Tindakan Yesus ini mengajarkan kita bahwa Ia berhak untuk menghakimi suatu hal yang menurutNya tidak layak di hadapanNya berdasarkan penghakimanNya sebab penghakiman yang Ia mempunyai adalah adil dan harus sehingga tidak ada seorang pun yang dapat melawanNya.
Karena penghakiman harus berada di tanganNya, maka Ia berkuasa untuk memelihara dan merawat bahkan Ia berkuasa untuk menghancurkan dan membinasakan suatu hal yang dirasa tidak pantas di hadapanNya. Oleh sebab itu, kita diajak untuk hidup seturut dengan dengan kehendakNya sebab terkecuali pas penghakiman telah tiba, kita harus mempertanggungjawabkan segala kelakuan kita entah itu yang baik ataupun tidak di hadapan Yesus sang hakim yang adil.
Yesus mengutuk pohon ara yang Ia jumpai di pinggir jalur pas menuju ke Yerusalem bukanlah merupakan tindakan yang semena-mena. Yesus mengutuk pohon ara tersebut sebab Yesus menginginkan mengajarkan kepada mara muridNya mengenai prinsip ilahi. Pada hari ini kita diajarkan untuk menjadi murid yang berguna di hadapanNya dengan dengan menjalankan panggilanNya di didalam kehidupan kita sehingga kita dapat menghasilkan buah yang lebat. Kita termasuk harus tahu bahwa Ia merupakan hakim yang adil yang bakal menghakimi manusia menurut perbuatannya. Kiranya artikel ini dapat memberkati dan memberi tambahan Info bagi kita semua.

3 Alasan Mengapa Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus


RENUNGAN HARIAN
Terjerat Hingga Jatuh ke didalam Dosa

Bacaan: Hakim-hakim 16:4-22
"Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia berasal dari tidurnya dan termasuk katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku sanggup bebas dan sanggup meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN udah meninggalkan dia. Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil ke dua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu bersama dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling."
Hakim-hakim 16:20-21
Santapan harian
Gambar : http://mauliutus.org
Simson merupakan anak berasal dari Manoah dan ia merupakan nazir Allah. Sebelum ia dilahirkan ke didalam dunia ini, malaikat Tuhan udah memakai hidupnya lebih-lebih sejak berasal dari didalam kandungan. Bisa dikatakan hidup Simson udah Allah berkati. Ia dipakai Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel agar ia dikaruniakan kemampuan fisik yang sangat luar biasa lebih-lebih tidak tersedia satu pun orang Filistin sanggup melawannya.
Meskipun Simson merupakan nazir Allah, ia justru terjebak sampai terhadap akhirnya jatuh ke didalam dosa. Yang membuat Simson jatuh ke didalam dosa yaitu wanita. Pertama kali Simson jatuh ke didalam dosa adalah saat ia menikah bersama seorang wanita Filistin yang merupakan orang yang tidak yakin kepada Allah dan merupakan musuh Israel. Setelah itu ia jatuh lagi ke didalam dosa yang mirip saat ia mencintai Delila gara-gara paras Delila yang begitu cantik dan rupawan agar membuat hati Simson luluh.
Sama layaknya sebelumnya, Delila merupakan seorang yang tidak yakin dan tidak mengenal Allah lebih-lebih Delila tidak mencintai Simson. Delila cuma memakai Simson agar mendapatkan uang. Bahkan ia tega membohongi Simson agar ia sanggup mengetahui kemampuan Simson.
Karena Simson sangat mengasihi Delila, ia sampai memberitahukan apa rahasia kemampuan yang ia miliki. Simson tidak mengetahui bahwa Delila sedang menipunya agar ia mesti kehilangan kekuatannya dan orang Filistin sukses menangkapnya. Mungkin keliru satu kami termasuk pernah mengalami hal yang mirip layaknya Simson. Kita sangat rerbuai bersama apa yang tersedia di lebih tidak cukup kami layaknya harta, kedudukan atau pasangan yang cantik dan tampan. Karena perasaan yang kami punyai justru kami terjebak sampai terhadap akhirnya jatuh ke didalam dosa.
Manusia itu lemah agar ia ringan terbuai sanggup suatu hal yang muncul indah dan berkilauan. Untuk mendapatkan suatu hal atau lebih-lebih untuk mempertahankannya terkadang manusia melakukan bermacam langkah kendati itu membuatnya berdosa. Meskipun begitu, apakah pantas bagi kami orang yang yakin kepadaNya hidup layaknya itu?
Baca termasuk : Renungan Harian Wanita
Cerita Simson yang udah kami baca kiranya sanggup jadi renungan bagi diri kami bahwa tidak tetap orang yang udah dipilih Allah tidak melakukan kekeliruan dan lebih-lebih sanggup terjebak didalam dosa kecuali ia hidup di luar kemauan Allah. Pada kala ini, marilah kami datang ke hadiratNya untuk berseru dan memohon penyertaanNya agar kiranya kasihNya tidak meninggalkan diri kita. Marilah kami meminta bimbingan kepadaNya agar Ia tetap membimbing masing-masing langkah kehidupan kita.
Janganlah kami terbuai sanggup perasaan kami agar membuat kami terjebak didalam perasaan itu. Harta, kedudukan dan pasangan yang punyai paras yang rupawan hanyalah kala gara-gara kala kami lagi kepadaNya itu seluruh tidak sanggup kami bawa. Yang kami bawa merupakan pertanggung jawaban kami atas masing-masing kelakuan kami entah itu kelakuan yang baik atau jahat. Apa yang kami pertanggungjawabkan kelak merupakan hal yang jauh lebih mesti dibandingkan tunduk sanggup perasaan yang kami miliki. Kiranya kasih Allah tetap membimbing dan menyertai kami di mana pun kami berada. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Terjerat Hingga Jatuh ke dalam Dosa


Perpuluhan atau persepuluhan merupakan berkat yang wajib kami kembalikan lagi kepada Tuhan sebesar 10% berasal berasal dari apa yang kami dapatkan. Pada mulanya perpuluhan diajarkan kepada bangsa Israel. Konsep perpuluhan sendiri terkandung di dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa perpuluhan merupakan keputusan Hukum Taurat dimana tiap tiap orang Israel diwajibkan untuk berikan 10% berasal berasal dari apa yang mereka peroleh untuk Tebernakel atau Bait Suci. Ayar perihal perpuluhan ini dijelaskan dalam Imamat 27:30; Bilangan 18:26; Ulangan 14:24 serta 2 Tawarikh 31:5.
Perpuluhan
via medium.com
Pada sementara itu, banyak di pada orang Israel yang menganggap bahwa perpuluhan yang diterapkan dalam Perjanjian Lama dikatakan sebagai pajak untuk memenuhi kepentingan para imam dan orang-orang Lewi dalam sistim korban persembahan yang diberikan untuk Allah. Berbeda halnya bersama rencana perpuluhan yang diterapkan dalam Perjanjian Baru.
Dalam Perjanjian Baru, tidak tersedia perintah yang dimaksudkan kepada orang Kristen untuk tunduk terhadap proses perpuluhan sebesar 10% seperti yang tercantum dalam Perjanjian Lama. Ajaran Paulus perihal perpuluhan cuma perlihatkan bahwa orang-orang percaya semestinya menyisihkan lebih dari satu berasal berasal dari penghasilan mereka yang digunakan untuk membantu kegiatan gereja. Ini tercantum dalam 1 Korintus 16:1-2.
Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, Perjanjian Baru tidak memilih kandungan penghasilan yang wajib disisihkan namun disana cuma tercantum untuk beri tambahan sesuai bersama apa yang kami peroleh yang tentu saja wajib diberikan bersama kerelaan hati supaya berkatNya yang melimpah sanggup tercurah ke atas kita.
Pada sementara ini, Gereja Kristen menerapkan perpuluhan yang diterapkan dalam Perjanjian Lama yaitu dalam kandungan 10% dan menerapkannya sebagai saran minimum yang wajib diberikan sementara persembahan. Meski demikian, kami tidak wajib menjadi diwajibkan untuk berikan perpuluhan. Sebaiknya orang Kristen berikan perpuluhan itu sesuai bersama apa yang dirasa sanggup dan wajib memberikannya bersama kesungguhan hati dan penuh suka cita.
Dalam 2 Korintus 9:7 udah amat mengetahui disebutkan bahwa kami wajib beri tambahan perpuluhan atau persembahan ke hadirat Tuhan menurut kerelaan hati dan jangan bersama sedih hati atau dikarenakan paksaan dikarenakan Ia mengasihi orang yang memberikannya bersama sukacita.
Penggunaan Uang Perpuluhan Oleh Gereja

Perpuluhan kebanyakan diserahkan atau diberikan tiap tiap sebulan sekali kepada Gereja. Besarnya perpuluhan yang diberikan berkenaan berasal berasal dari apa yang diperoleh. Biasanya perpuluhan yang diberikan kepada Gereja sebesar 10% berasal berasal dari keseluruhan pendapatan. Perpuluhan yang kami serahkan kepada gereja tentu saja dipakai gereja untuk banyak tujuan. Beberapa tujuan seterusnya pada lain:
Membangun, merenovasi serta menjaga bait suci, gedung ibadah atau pun bangunan lainnya yang tersedia di dalam gereja. Uang perpuluhan itu terhitung sanggup digunakan untuk meningkatkan sarana yang sanggup membantu kegiatan gereja.

Menyediakan dana untuk melaksanakan program kegiatan gereja seperti program untuk mengabarkan Injil dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan unit yang tersedia dalam gereja.

Menyediakan dana pengoperasian untuk membantu wilayah atau[un lingkungan yang tersedia di sekitar gereja.

Membantu program misionaris atau pelayan Tuhan yang tengah bertugas untuk mewartakan Injil atau tengah menempuh pendidikan.

Mendidik kaum muda yang tersedia di Gereja seperti program pelatihan musik dan sebagainya.

Mencetak dan mendistribusikan bahan ajarGereja kepada jemaat.

Membantu keluarga yang membutuhkan.

Membantu pekerjaan bait suci.
Prinsip dan Pentingnya Perpuluhan

Dengan beri tambahan perpuluhan bermakna kami mengembalikan berkat yang kami peroleh kepada Tuhan. Hal yang wajib diingat dan dimengerti di sini bahwa mengembalikan tidaklah sama bersama memberikan. Jika kami wajib mengembalikan apa yang kami peroleh kami terhitung wajib mengetahui bahwa semua berkat yang kami terima merupakan permberian berasal berasal dari Allah..
Sangat wajib bagi kami untuk beri tambahan perpuluhan itu dikarenakan melalui perpuluhan yang kami beri, kami sanggup membantu pembangunan gereja Tuhan dan sanggup jadi berkat untuk tiap tiap sarana yang dilakukan oleh gereja
Jika terhadap sementara ini di dalam benakmu terlihat pertanyaan “apakah Tuhan wajib duit kita?” bagaimana kamu sanggup melacak jawaban atas pertanyaan itu? Sebenarnya Tuhan tidak wajib duit kami dikarenakan Ia adalah Allah yang kaya supaya untuk apa duit yang kami memiliki Ia menggunakan jikalau Ia adalah Allah yang kaya? Tuhan cuma dambakan menyaksikan bagaimana kerelaan hati kami untuk mengembalikan berkat yang udah Ia memberikan untuk memperluas kerajaan Tuhan di bumi.
Masih banyak di pada kami yang tetap bermegah diri dan menyombongkan diri dikarenakan perpuluhan yang kami memberikan besar jumlahnya. Kita wajib ingat bahwa Tuhan tidak dulu kekurangan, jikalau kami tidak beri tambahan perpuluhan pun gerejaNya tidak sanggup mati. Oleh dikarenakan itu janganlah kami jadi pribadi yang sombong. Namun selamanya rendah hatilah sementara kami beri tambahan perpuluhan dikarenakan Ia sanggup memberkati umatNya yang beri tambahan perpuluhan itu bersama kerelaan dan ketulusan hati.
Pada sementara ini prinsip perpuluhan yaitu beri tambahan 10% yang kami peroleh kepadaNya supaya Ia menjaga 90% yang kami miliki. Ketika kami memberika perpuluhan bersama ketulusan hati, bukanlah suatu hal yang tidak barangkali bagiNya untuk memberkati kami melebihi 90% yang kami terima. Namun, janganlah kami hitung-hitungan bersama Tuhan. Jangan sampai sementara kami udah beri tambahan perpuluhan justru kami segera menuntut Tuhan supaya Ia memberkati dan mengembalikan apa yang udah diberi.
Pada sementara ini banyak yang mengeluhkan perihal prinsip perpuluhan ini. Salah satu perihal yang sering dikeluhkan yaitu jikalau gaji yang dimilikinya kecil. Saat disuruh untuk beri tambahan perpuluhan justru terlihat pertanyaan seperti ini “gaji saya kan kecil, jaman wajib selamanya beri tambahan perpuluhan? Nanti bagaimana saya sanggup makan?” Tidak cuma sampai disana, orang yang memiliki gaji besar pun kadang sementara mengeluhkan prinsip perpuluhan ini lebih-lebih jikalau perpuluhan yang ia hars memberikan tidaklah sedikit.
Hal yang wajib ditanamkan dalam hati pribadi kami masing-masing yaitu seberapa pun besar berkat yang udah Tuhan memberikan kepada kita, tetaplah tiap tiap dalam beri tambahan persepuluhan dan buuktikanlah bagaimana Tuhan mencurahkan berkatNya sementara kami setia beri tambahan perpuluhan kepadaNya. Baik besar apalagi kecil perpuluhan yang kami memberikan kepadaNya itu tidaklah jadi masalah sementara apa yang kami memberikan suka di hadapanNya.
Berkat Dari Perpuluhan

Saat kami beri tambahan perpuluhan, Tuhan berjanji sanggup memberkati kami sewaktu kami setia membayar perpuluhan tersebut. Dalam Maleakhi 3:10 Tuhan berfirman bahwa kami wajib mempunyai semua persembahan perpuluhan itu ke dalam baitNya untuk memperluas pekerjaanNya. Saat kami beri tambahan perpuluhan itu bersama segala kerelaan hati, maka Tuhan sanggup mencurahkan berkat yang melimpah ke atas kita.
Berbicara perihal berkat yang Tuhan memberikan pasti tidak tersedia habisnya dikarenakan Tuhan sanggup meberikan suatu hal yang tidak ternilai harganya. Berkat yang kami terima tentu saja tidak secara materi saja namun terhitung secara rohani. Jika kami memberinya bersama sukarela pasti Bapa di Sorga sanggup membantu dan menyediakan segala apa yang kami perlukan menjadi berasal berasal dari makanan, baju apalagi area untuk berlindung.
Perpuluhan amat wajib untuk kami melaksanakan dikarenakan bersama beri tambahan perpuluhan kami mengetahui bahwa berkat yang kami memiliki berasal berasal berasal dari Allah dan wajib dikembalikan lagi kepadaNya.Perpuluhan yang kami memberikan kepadaNya haruslah diberikan bersama kerelaan dan ketulusan hati dikarenakan Ia sanggup mencurahkan berkat yang melimpah kepada orang-orang yang berikan bersama kerelaan hati. Semoga artikel ini sanggup berfaedah dan beri tambahan Info bagi kami semua.

Pengertian dan Makna Perpuluhan Dalam Kristen